Tampilkan postingan dengan label karst gunung sewu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karst gunung sewu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Agustus 2012

Karena ngak ada ide di kepala ini, apapun yang saya alami bisa menjadi bahan postingan. Entah gambar, berita, gosip, ataupun suatu kejadian kejadian yang unik dan jarang terjadi. Walaupun masih belajar menulis, semoga kali ini tulisan saya nggak terlalu membosankan untuk di baca. Berhubung kemarin baru saja ada acara sosialisasi zona kawasan karst di Solo, sepetinya menarik jika saya sedikit membahas acara ini.

Sesuai judul Sosialisasi zona kawasan karst gunung sewu di atas, Saya akan sedikit memberikan gambaran apa yang kemarin saya tangkap setelah mengikuti acara kumpul kumpul para caver soloraya, dimana nantinya diharapkan bisa menjadi bahan pemerataan informasi di masyarakat umum. Tentunya masyarakat di daerah gunung sewu.

(copas ah undanganya..)

Forum Caving Surakarta present:

Rapat Konsolidasi Soloraya dan Buka Bersama FCS 2012
waktu / tempat : Jumat, 10 Agustus 2012
Lokasi : Metala Fe Ums
Jam : 16.00 - selesai

Agenda sarasehan :
1. Penyampaian perkembangan rapat koordinasi Forum Zonasi Ekosistem Karst Gunungsewu yang diprakasai oleh PPEJ (Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa), sebuah lembaga yg bernaung di bawah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)

2. Koordinasi pengumpulan data - data potensi fisik kawasan karst yg telah dilakukan oleh kawan - kawan OPA di Soloraya

3. Rencana Strategis ke depannya terkait Pendataan Potensi Kawasan Karst Gunungsewu

Narasumber :
1. Sunu Wijanarko (ASC)
2. Arif Jauhari (KMPA Giri Bahama)

Undangan berlaku bagi Ketua Umum dan Kadiv Caving / yang mewakili tiap OPA se Surakarta (Mapala dan Sispala),
free alias no charge...

Dilihat dari undangannya saja bisa di tebak, pasti nanti bakalan ramai. Buka bersama gratis, free alias no charge, Siapa yang nggak mau coba? . 

Tetapi sangat disayangkan ternyata peserta rapat tidak begitu banyak. Maklumlah, orang kalau di ajak mikir rada susah. Tetapi kalau di ajak makan pastilah ramai, hehehe..
Becanda, mungkin masing masing dari pihak organisasi pecinta alam di solo pada sibuk dengan kegiatan intern masing masing.


Pada sesi pertama, nara sumber di datangkan dari pihak ASC jogjakarta, Sunu Wijanarko atau lebih sering dipanggil kang "Badak". Beliau bukanlah orang dari pemerintahan, tetapi beliau kali ini memberikan gambaran kepada para petinggi petinggi mapala se Soloraya mengenai rencana zonasi kawasan karst di daerah gunung sewu oleh PPEJ (Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa).

pabrik semen dan caver

Sunu "Badak" Wijanarko (ASC) sebagai narasumber mewakili PPEJ

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari penjelasan kan "Badak":

PPEJ yang dinaungi Kementrian Lingkungan Hidup akan melakukan Zonasi kawasan karst gunung sewu, yang nantinya akan di gunakan untuk menentukan boleh tidaknya suatu area tersebut akan di lakukan penambangan. Zonasi tersebut di bagi menjadi 4, yaitu zonasi akuifier, hayati, arkeologi, dan sosial budaya.

Dan nantinya apabila dalam waktu dekat ini akan ada rencana penambangan di daerah kawasan karst gunung sewu, maka lokasi yang tercakup dalam 4 zona tersebut tidak akan bisa dilakukan penambangan.

Tetapi semuanya kembali ke pemerintah, kita hanya bisa mencari data dan mengusahakan agar kawasan karst tidak dirusak oleh tangan tangan tak bertanggung jawab.



Materi sesi kedua kali ini di sampaikan oleh kang "Butho" dari Giri Bahama UMS dengan disiplin ilmu Geografi. Beliau merupakan salah satu aktivis caver yang sudah melakukan pendataan di berbagai gua. Dan data yang di olah beliau sudah banyak di jadikan referensi, baik referensi mahasiwa yang sedang skripsi, pihak pemerintah maupun para doctor yang sedang melakukan penelitian. 

antara pabrik semen dan caver

Arif "Butho" Jauhari (KMPA Giri Bahama) sebagai narasumber tentang pendataan gua
(noh yg gondrong ada 2, coba tebak aq yang mana?)

Dari penjelasan beliau mengenai pendataan gua, bisa saya simpulkan beberapa hal, yaitu:

Pendataan gua meliputi penentuan letak gua (koordinat) menggunakan peta ataupun gps. Pengambilan gambar, serta memberikan deskripsi tentang gua tersebut yang meliputi deskripsi mulut gua dan deskripsi sumber air.


pabrik semen gunung sewu dan caver

Dan secara keseluruhan bisa saya simpulkan bahwa data merupakan "senjata"  paling ampuh yang bisa kita gunakan dalam penyelamatan kawasan karst dari penambangan ataupun perusakan lainnya. Perusakan kawasan karst bukan hanya karena penambanagan saja. Apapun yang merupakan penyebab terganggunya ekosistem di kawasan karst maka akan berpengaruh pada perubahan semua aspek kehidupan di kawasan karst tersebut.

Kawasan karst merupakan rangkaian sistem, yang apabila salah satu sistem tersebut rusak akan berpengaruh pada sistem yang lain.

source gambar: fcs (klewo)


Karena ngak ada ide di kepala ini, apapun yang saya alami bisa menjadi bahan postingan. Entah gambar, berita, gosip, ataupun suatu kejadian kejadian yang unik dan jarang terjadi. Walaupun masih belajar menulis, semoga kali ini tulisan saya nggak terlalu membosankan untuk di baca. Berhubung kemarin baru saja ada acara sosialisasi zona kawasan karst di Solo, sepetinya menarik jika saya sedikit membahas acara ini.

Sesuai judul Sosialisasi zona kawasan karst gunung sewu di atas, Saya akan sedikit memberikan gambaran apa yang kemarin saya tangkap setelah mengikuti acara kumpul kumpul para caver soloraya, dimana nantinya diharapkan bisa menjadi bahan pemerataan informasi di masyarakat umum. Tentunya masyarakat di daerah gunung sewu.

(copas ah undanganya..)

Forum Caving Surakarta present:

Rapat Konsolidasi Soloraya dan Buka Bersama FCS 2012
waktu / tempat : Jumat, 10 Agustus 2012
Lokasi : Metala Fe Ums
Jam : 16.00 - selesai

Agenda sarasehan :
1. Penyampaian perkembangan rapat koordinasi Forum Zonasi Ekosistem Karst Gunungsewu yang diprakasai oleh PPEJ (Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa), sebuah lembaga yg bernaung di bawah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)

2. Koordinasi pengumpulan data - data potensi fisik kawasan karst yg telah dilakukan oleh kawan - kawan OPA di Soloraya

3. Rencana Strategis ke depannya terkait Pendataan Potensi Kawasan Karst Gunungsewu

Narasumber :
1. Sunu Wijanarko (ASC)
2. Arif Jauhari (KMPA Giri Bahama)

Undangan berlaku bagi Ketua Umum dan Kadiv Caving / yang mewakili tiap OPA se Surakarta (Mapala dan Sispala),
free alias no charge...

Dilihat dari undangannya saja bisa di tebak, pasti nanti bakalan ramai. Buka bersama gratis, free alias no charge, Siapa yang nggak mau coba? . 

Tetapi sangat disayangkan ternyata peserta rapat tidak begitu banyak. Maklumlah, orang kalau di ajak mikir rada susah. Tetapi kalau di ajak makan pastilah ramai, hehehe..
Becanda, mungkin masing masing dari pihak organisasi pecinta alam di solo pada sibuk dengan kegiatan intern masing masing.


Pada sesi pertama, nara sumber di datangkan dari pihak ASC jogjakarta, Sunu Wijanarko atau lebih sering dipanggil kang "Badak". Beliau bukanlah orang dari pemerintahan, tetapi beliau kali ini memberikan gambaran kepada para petinggi petinggi mapala se Soloraya mengenai rencana zonasi kawasan karst di daerah gunung sewu oleh PPEJ (Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa).

pabrik semen dan caver

Sunu "Badak" Wijanarko (ASC) sebagai narasumber mewakili PPEJ

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari penjelasan kan "Badak":

PPEJ yang dinaungi Kementrian Lingkungan Hidup akan melakukan Zonasi kawasan karst gunung sewu, yang nantinya akan di gunakan untuk menentukan boleh tidaknya suatu area tersebut akan di lakukan penambangan. Zonasi tersebut di bagi menjadi 4, yaitu zonasi akuifier, hayati, arkeologi, dan sosial budaya.

Dan nantinya apabila dalam waktu dekat ini akan ada rencana penambangan di daerah kawasan karst gunung sewu, maka lokasi yang tercakup dalam 4 zona tersebut tidak akan bisa dilakukan penambangan.

Tetapi semuanya kembali ke pemerintah, kita hanya bisa mencari data dan mengusahakan agar kawasan karst tidak dirusak oleh tangan tangan tak bertanggung jawab.



Materi sesi kedua kali ini di sampaikan oleh kang "Butho" dari Giri Bahama UMS dengan disiplin ilmu Geografi. Beliau merupakan salah satu aktivis caver yang sudah melakukan pendataan di berbagai gua. Dan data yang di olah beliau sudah banyak di jadikan referensi, baik referensi mahasiwa yang sedang skripsi, pihak pemerintah maupun para doctor yang sedang melakukan penelitian. 

antara pabrik semen dan caver

Arif "Butho" Jauhari (KMPA Giri Bahama) sebagai narasumber tentang pendataan gua
(noh yg gondrong ada 2, coba tebak aq yang mana?)

Dari penjelasan beliau mengenai pendataan gua, bisa saya simpulkan beberapa hal, yaitu:

Pendataan gua meliputi penentuan letak gua (koordinat) menggunakan peta ataupun gps. Pengambilan gambar, serta memberikan deskripsi tentang gua tersebut yang meliputi deskripsi mulut gua dan deskripsi sumber air.


pabrik semen gunung sewu dan caver

Dan secara keseluruhan bisa saya simpulkan bahwa data merupakan "senjata"  paling ampuh yang bisa kita gunakan dalam penyelamatan kawasan karst dari penambangan ataupun perusakan lainnya. Perusakan kawasan karst bukan hanya karena penambanagan saja. Apapun yang merupakan penyebab terganggunya ekosistem di kawasan karst maka akan berpengaruh pada perubahan semua aspek kehidupan di kawasan karst tersebut.

Kawasan karst merupakan rangkaian sistem, yang apabila salah satu sistem tersebut rusak akan berpengaruh pada sistem yang lain.

source gambar: fcs (klewo)