Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

Benteng Pendem Ngawi (Fort Van Den Bosh ) merupakan salah satu ikon kota Ngawi yang saya ramalkan harapkan akan bercahaya. Benteng ini didirikan oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch pada tahun 1839 silam. Letaknya tak jauh dari alun alun kota Ngawi dan akses ke lokasi juga sangat mudah. Tinggal naik bus, mobil, sepeda ataupun jalan kaki juga bisa (kalau mau sehat). Jalannya juga sudah bagus, luas, bersih dan nggak macet kayak Surabaya.

benteng pendem ngawi
Beberap pilar yang masih berdiri kokoh dengan anggunnya
Kesan pertama saya saat datang ke lokasi, yang jelas agak terkejut. Saya kira benteng pendem ini merupakan kawasan wisata yang seperti layaknya kawasan wisata pada umumnya, eh ternyata. Sebuah portal khas militer, dengan pos keamanan di sebelah kanan, dan dua personil tentara berkulit hitam yang berjaga. Yap, Benteng Pendem terletak di kawasan militer, dan memang dulu benteng ini digunakan untuk gudang senjata dan latihan militer. Tetapi pada tahun 2011 Benteng ini mulai dibuka untuk umum dan mulai menjadi salah satu kawasan wisata di Kabupaten Ngawi.

Berhubung kemarin kota Ngawi diguyur hujan seharian, Saya dan teman saya nggak bisa mengexplore lebih dalam ke semua sudut dari benteng ini. Bukan alasan banjir ataupun kehujanan, tetapi gara gara Mister Tukul abis berkunjung ke Benteng Pendem ini. Kesan mistis emang kental disini, terlebih ada sebuah makam yang ditumbuhin sebuah pohon ridang di atasnya. Dan juga ada spot spot yang katanya wow, jadi bikin ciut nyali deh, secara emang kondisi sepi sih.

Benteng Pendem masih terlihat gagah dan megah, bongkahan tembok besar yang terkesan runtuh di bagian depan benteng ini menunjukan kekuatannya selama 2 abad berdiri kokoh sebagai saksi sejarah Bangsa Indonesia. Membayangkan menjadi tentara Belanda yang berlindung dari serangan Indonesia, sepertinya memang nggak mungkin kalau para pemberontak Indonesia bisa nembus nih Benteng. Dan yang membuat saya agak kagum, bangunan ini luaaaaaaaaaaas banget + arsitekturnya keren banget.

Yang menarik ketika kita mengunjungi sebuah bangunan bersejarah, pasti dalam hati kita bertanya "Bagaimana cara membuatnya?". Pada tahun 1839 tidak ada yang namanya scafolding, tidak ada semen gresik, dan yang jelas tidak ada peralatan canggih untuk membuat sebuah bangunan megah seperti sekarang. Tetapi saat melihat Benteng Pendem ini rasa tidak percaya dan rasa sia sia sepertinya bercampur. Selama 2 abad ini kita "ngapain" saja yak? Sampai tahun 2013 ini seharusnya bangsa kita sudah menjadi bangsa yang besar dengan para ilmuwan dan profesornya. Dengan peninggalan bersejarah yang bisa dipelajari dan dikembangkan, bukan hanya menikmati seperti yang saya lakukan sekarang ini.

Terlepas dari persoalan bangsa Indonesia yang saya nggak tahu pasti. Menurut saya Benteng Pendem sangat menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu ikon wisata di kota Ngawi. Sedikit pemugaran dan perbaikan dari pihak terkait pastinya akan menarik wisatawan lokal dan domestik datang kesini. Rekreasi, wisata sejarah, hunting foto, ataupun pre-Wedding sepertinya asik dilakukan disini. Peran dari anak muda kota Ngawi sangat dibutuhkan sebagai promosi tempat wisata ini. Terutama blogger kota Ngawi ataupun anak anak BPC khususnya. 

Karena fotonya terlalu banyak, saya pajang saja yang nggak narsis.

benteng pendem ngawi
Masih kokoh dari tahun 1830

mobil benteng pendem ngawi
Mobil militer yang berpotensi menarik wisatawan (menurut saya)
benteng pendem ngawi
Motor dilarang masuk

prewedl benteng pendem ngawi
Tak lupa bernarsis ria terlebih dahulu
tiket masuk benteng pendem
Tiketnya dijamin murah abis
Selain Benteng pendem, masih banyak tempat wisata yang bisa kita kunjungi di Ngawi. Seperti museum trinil, Kebun teh Jamus, Air terjun, waduk sangiran dan masih banyak lagi. Perlu beberapa pergerakan dari pemerintah agar tempat tersebut menjadi lebih baik dan menarik banyak wisatawan di sono.


Benteng Pendem Ngawi (Fort Van Den Bosh ) merupakan salah satu ikon kota Ngawi yang saya ramalkan harapkan akan bercahaya. Benteng ini didirikan oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch pada tahun 1839 silam. Letaknya tak jauh dari alun alun kota Ngawi dan akses ke lokasi juga sangat mudah. Tinggal naik bus, mobil, sepeda ataupun jalan kaki juga bisa (kalau mau sehat). Jalannya juga sudah bagus, luas, bersih dan nggak macet kayak Surabaya.

benteng pendem ngawi
Beberap pilar yang masih berdiri kokoh dengan anggunnya
Kesan pertama saya saat datang ke lokasi, yang jelas agak terkejut. Saya kira benteng pendem ini merupakan kawasan wisata yang seperti layaknya kawasan wisata pada umumnya, eh ternyata. Sebuah portal khas militer, dengan pos keamanan di sebelah kanan, dan dua personil tentara berkulit hitam yang berjaga. Yap, Benteng Pendem terletak di kawasan militer, dan memang dulu benteng ini digunakan untuk gudang senjata dan latihan militer. Tetapi pada tahun 2011 Benteng ini mulai dibuka untuk umum dan mulai menjadi salah satu kawasan wisata di Kabupaten Ngawi.

Berhubung kemarin kota Ngawi diguyur hujan seharian, Saya dan teman saya nggak bisa mengexplore lebih dalam ke semua sudut dari benteng ini. Bukan alasan banjir ataupun kehujanan, tetapi gara gara Mister Tukul abis berkunjung ke Benteng Pendem ini. Kesan mistis emang kental disini, terlebih ada sebuah makam yang ditumbuhin sebuah pohon ridang di atasnya. Dan juga ada spot spot yang katanya wow, jadi bikin ciut nyali deh, secara emang kondisi sepi sih.

Benteng Pendem masih terlihat gagah dan megah, bongkahan tembok besar yang terkesan runtuh di bagian depan benteng ini menunjukan kekuatannya selama 2 abad berdiri kokoh sebagai saksi sejarah Bangsa Indonesia. Membayangkan menjadi tentara Belanda yang berlindung dari serangan Indonesia, sepertinya memang nggak mungkin kalau para pemberontak Indonesia bisa nembus nih Benteng. Dan yang membuat saya agak kagum, bangunan ini luaaaaaaaaaaas banget + arsitekturnya keren banget.

Yang menarik ketika kita mengunjungi sebuah bangunan bersejarah, pasti dalam hati kita bertanya "Bagaimana cara membuatnya?". Pada tahun 1839 tidak ada yang namanya scafolding, tidak ada semen gresik, dan yang jelas tidak ada peralatan canggih untuk membuat sebuah bangunan megah seperti sekarang. Tetapi saat melihat Benteng Pendem ini rasa tidak percaya dan rasa sia sia sepertinya bercampur. Selama 2 abad ini kita "ngapain" saja yak? Sampai tahun 2013 ini seharusnya bangsa kita sudah menjadi bangsa yang besar dengan para ilmuwan dan profesornya. Dengan peninggalan bersejarah yang bisa dipelajari dan dikembangkan, bukan hanya menikmati seperti yang saya lakukan sekarang ini.

Terlepas dari persoalan bangsa Indonesia yang saya nggak tahu pasti. Menurut saya Benteng Pendem sangat menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu ikon wisata di kota Ngawi. Sedikit pemugaran dan perbaikan dari pihak terkait pastinya akan menarik wisatawan lokal dan domestik datang kesini. Rekreasi, wisata sejarah, hunting foto, ataupun pre-Wedding sepertinya asik dilakukan disini. Peran dari anak muda kota Ngawi sangat dibutuhkan sebagai promosi tempat wisata ini. Terutama blogger kota Ngawi ataupun anak anak BPC khususnya. 

Karena fotonya terlalu banyak, saya pajang saja yang nggak narsis.

benteng pendem ngawi
Masih kokoh dari tahun 1830

mobil benteng pendem ngawi
Mobil militer yang berpotensi menarik wisatawan (menurut saya)
benteng pendem ngawi
Motor dilarang masuk

prewedl benteng pendem ngawi
Tak lupa bernarsis ria terlebih dahulu
tiket masuk benteng pendem
Tiketnya dijamin murah abis
Selain Benteng pendem, masih banyak tempat wisata yang bisa kita kunjungi di Ngawi. Seperti museum trinil, Kebun teh Jamus, Air terjun, waduk sangiran dan masih banyak lagi. Perlu beberapa pergerakan dari pemerintah agar tempat tersebut menjadi lebih baik dan menarik banyak wisatawan di sono.


Selasa, 26 Maret 2013

Museum Brawijaya Malang merupakan tujuan pertama sebelum bertingkah nggak jelas jadi penyusup di perpustakaan kota Malang. Museum brawijaya malang sendiri terletak di Jalan Ijen Malang. Letaknya tepat di sebelah jalan raya (yaiyalah). Tiket masuk lumayan terjangkau yaitu Rp.2500/orang. Sebelum masuk ke dalam museum, kita akan disuguhi dengan pemandangan tank amfibi yang sudah berumur puluhan tahun. 

Pertama memasuki museum brawijaya, kami dikejutkan dengan keramaian anak anak SD berseragam pramuka yang sedang melakukan study tour di museum ini. Ternyata museum ini memang memberikan pelayanan yang cukup baik jika datang rame-rame. Tetapi nggak selama gitu seeh, kemarin saya dengan teman saya datang dan mau mbayar tiket masuk, eh malah kagak ada petugasnya. Akhire cuman ninggal duit 5000 trus diselipin di buku tamu.

senjata men in black
masih inget senjatanya Men In Black??? ternyata tiruane ini nih

Secara keseluruhan Museum brawijaya hampir mirip dengan museum di tugu pahlawan, hanya saja museum ini lebih tidak terawat jika dibandingkan dengan museum di tugu pahlawan. Tetapi dari segi isi museum brawijaya lebih menarik donk, karena disini lebih komplit isinya. Dari Senjata jaman perang berbagai jenis, teknologi computer jaman perang, uang, mobi, perlengkapan dan aksesoris yang digunakan saat perang, semua masih original dan bukan KW. Bahkan senjata yang dipakai di Men In Black pun ada disini. Pokoknya buanyak banget deh jenis senjatanya, komplit buanget, kalo dibandingin ma yang di tugu pahlawan jauh banget.

senjata perang brawijaya
 buanyaaaaak buangeeeeeeeetttt senjatanya

Oh iya, ada sebuah gerbong maut yang katanya digunakan oleh para pejuang. Terletak di halaman belakang, dan akan terlihat jika kita mau naik ke lantai 2 (roof). Dan ada yang unik dari gerbong ini, udah saya puter puterin nggak ada jendelanya. Untuk sejarah gerbong maut ini saya kurang tahu, tetapi denger denger banyak korban akibat gerbong tersebut. Yaiyalah gerbong kayak gitu diisi orang banyak, nggak ada sirkulasi udara pulak. 

gerbong maut brawijaya
mana tuh jendelanya???

Museum brawijaya ini sangat cocok digunakan untuk study tour anak anak sekolah, karena dari segi materi sudah cukup berbobot dan bervariasi, Tetapi sangat disayangkan banyak terdapat kesalahan pengejaan baik dalam penulisan bahasa Indonesia ataupun bahasa inggris pada papan keterangannya.
Itulah tadi jalan jalan nggak jelas di Museum brawijaya malang, dan akan saya tutup dengan beberapa foto nggak penting. Biarkan foto yang berbicara karena saya nggak tau mau cerita apa.

parasut perang
Yang bener parasit atau parasut sih???


komputer jaman perang
tau nggak maksudnya tulisan ntu apa???

munir
ini nih adminnya rriinneeem.com, rumahnya banyuwangi. wkwkwkwkwkwk

Sejarah emang ngga pernah bohong, otak dari PKI di jawa timur merupakan admin dari rriinneem.com Moch. Munir merupakan seorang anak muda jomblo abadi yang merupakan korban PHP akut dan fresh graduate jurusan mesin dari kampus teknik terkenal di Indonesia. Dan bisa dibuktkan dengan sejarah bahwa dia merupakan cucu dari teman tetangganya bapaknya anaknya gembong PKI jawa timur tersebut di atas.

Dan untuk mengakhiri cerita di museum brawijaya yang nggak jelas kali ini, akan saya tutup dengan foto bareng cewek cewek cantik 15 tahun yang akan datang.  

cewek cantik malang
lagi lagi sama adik adik narsis


Museum Brawijaya Malang merupakan tujuan pertama sebelum bertingkah nggak jelas jadi penyusup di perpustakaan kota Malang. Museum brawijaya malang sendiri terletak di Jalan Ijen Malang. Letaknya tepat di sebelah jalan raya (yaiyalah). Tiket masuk lumayan terjangkau yaitu Rp.2500/orang. Sebelum masuk ke dalam museum, kita akan disuguhi dengan pemandangan tank amfibi yang sudah berumur puluhan tahun. 

Pertama memasuki museum brawijaya, kami dikejutkan dengan keramaian anak anak SD berseragam pramuka yang sedang melakukan study tour di museum ini. Ternyata museum ini memang memberikan pelayanan yang cukup baik jika datang rame-rame. Tetapi nggak selama gitu seeh, kemarin saya dengan teman saya datang dan mau mbayar tiket masuk, eh malah kagak ada petugasnya. Akhire cuman ninggal duit 5000 trus diselipin di buku tamu.

senjata men in black
masih inget senjatanya Men In Black??? ternyata tiruane ini nih

Secara keseluruhan Museum brawijaya hampir mirip dengan museum di tugu pahlawan, hanya saja museum ini lebih tidak terawat jika dibandingkan dengan museum di tugu pahlawan. Tetapi dari segi isi museum brawijaya lebih menarik donk, karena disini lebih komplit isinya. Dari Senjata jaman perang berbagai jenis, teknologi computer jaman perang, uang, mobi, perlengkapan dan aksesoris yang digunakan saat perang, semua masih original dan bukan KW. Bahkan senjata yang dipakai di Men In Black pun ada disini. Pokoknya buanyak banget deh jenis senjatanya, komplit buanget, kalo dibandingin ma yang di tugu pahlawan jauh banget.

senjata perang brawijaya
 buanyaaaaak buangeeeeeeeetttt senjatanya

Oh iya, ada sebuah gerbong maut yang katanya digunakan oleh para pejuang. Terletak di halaman belakang, dan akan terlihat jika kita mau naik ke lantai 2 (roof). Dan ada yang unik dari gerbong ini, udah saya puter puterin nggak ada jendelanya. Untuk sejarah gerbong maut ini saya kurang tahu, tetapi denger denger banyak korban akibat gerbong tersebut. Yaiyalah gerbong kayak gitu diisi orang banyak, nggak ada sirkulasi udara pulak. 

gerbong maut brawijaya
mana tuh jendelanya???

Museum brawijaya ini sangat cocok digunakan untuk study tour anak anak sekolah, karena dari segi materi sudah cukup berbobot dan bervariasi, Tetapi sangat disayangkan banyak terdapat kesalahan pengejaan baik dalam penulisan bahasa Indonesia ataupun bahasa inggris pada papan keterangannya.
Itulah tadi jalan jalan nggak jelas di Museum brawijaya malang, dan akan saya tutup dengan beberapa foto nggak penting. Biarkan foto yang berbicara karena saya nggak tau mau cerita apa.

parasut perang
Yang bener parasit atau parasut sih???


komputer jaman perang
tau nggak maksudnya tulisan ntu apa???

munir
ini nih adminnya rriinneeem.com, rumahnya banyuwangi. wkwkwkwkwkwk

Sejarah emang ngga pernah bohong, otak dari PKI di jawa timur merupakan admin dari rriinneem.com Moch. Munir merupakan seorang anak muda jomblo abadi yang merupakan korban PHP akut dan fresh graduate jurusan mesin dari kampus teknik terkenal di Indonesia. Dan bisa dibuktkan dengan sejarah bahwa dia merupakan cucu dari teman tetangganya bapaknya anaknya gembong PKI jawa timur tersebut di atas.

Dan untuk mengakhiri cerita di museum brawijaya yang nggak jelas kali ini, akan saya tutup dengan foto bareng cewek cewek cantik 15 tahun yang akan datang.  

cewek cantik malang
lagi lagi sama adik adik narsis