Selasa, 04 Mei 2010

Internet, website, browser, hosting mungkin telah akrab di telinga netter, blogger, pesbuker, lemper he...:D~~
Hosting ataupun server sebagai rumah suatu website, kalau bisa di ibaratkan website merupakan makanan.
Internet merupakan truk ataupun transportasi yang digunakan untuk mengantar makanan yang bisa di nikmati melalui browser.

Penjelasan diatas cuman sekedar mempermudah pembaca, sebenernya juga tidak ada hubungannya dengan yang di bahas kali ini.
Tapi ya begitulah...


Web Server Internet Information Services atau sering disingkat IIS.
Biasanya secara default sudah tersedia dalam paketan CD Windows.
IIS merupakan web server yang biasa di pakai di kalangan windows.
Lain halnya dengan Aphace yang di pakai di keluarga LInux, tapi tidak menutup kemungkinan di pakai di keluarga windows.

Menginstall IIS sangat mudah dikarenakan sudah terpaket dengan CD Windows NT/2000/2003 dan XP Profesional.
Masuk ke menu Control panel --> Add/Remove Program --> Internet Information Services (IIS) --Next.



Sebelum anda selesai dengan proses installasi ini, biasanya akan muncul perintah memasukan CD Windows kita.
Maka anda harus menyiapkan CD windows tersebut. Setelah semua selesai tinggal kita chek apakah server kita sudah jalan.

Buka mozilla firefox atau IE (terserah browser kamu).
ketik http://127.0.0.1 atau http://localhost (tergantung IP kamu).
Maka akan kelihatan gambar dibawah ini.

secara default home direktori dari website anda di c:\inetpub\wwwroot.
sehingga apabila anda menaruh file di c:\inetpub\wwwroot\index.html,
Maka melalui browser bisa dilihat dengan alamat http://localhost/index.html atau http://127.0.0.1/index.html

Trus setelah anda menginstal IIS mau ngapain?

Ya kalau penulis dulu cuman sekedar iseng duank sich.
Tapi untuk latihan membuat website juga bisa, walaupun cuman secara offline.
Buat latihan PHP juga bisa, atau cuman sekedar tahu juga ndak ada salahnya.

Selain IIS sebenarnya masih banyak web server yang lain, saya ambil contoh Aphace ynag biasanya di pakai di Linux.
Tapi juga bisa di pakai di lingkungan Windows, hanya saja harus download program XAMPP dulu.
Silahkan download digoogle

Setelah download langsung Install saja. Yang penting next->next-> dan next sampai ada tulisan finish.
Terlihat seperti dalam gambar.


Seperti pada IIS tadi, tinggal kita ketik "localhost" atau ip kita "127.0.0.1" untuk mengecek website kita.
Bimsalabim....
maka keluarlah halaman XAMPP seperti didalam gambar, anda bisa menuju database atau phpMyAdmin..


Setelah itu?
anda bisa langsung membuat website secara offline, ataupun anda bisa mengginstall CMS ( Content Management System ) dulu.
Bisa Joomla, Drupal, Wordpress, ataupun CMS yang lain. Website andapun akan selesai dalam hitungan menit.

UNtuk proses penginstallan CMS mungkin bisa Saya posting kapan- kapan saja yach?.
Sudah ngantuk nie.
Besok mau survey gua lagi..

Greetz to:
samalona and coconut trees featuring winamp.
xcode_magaxine 5 sebagai inspirasiku.
Para pejuang malam yang sibuk di depan monitor semoga ada hasilnya.
Seseorang yang jauh disana dan selalu memikirkan ku hehehe.... V3 :D~~

Internet, website, browser, hosting mungkin telah akrab di telinga netter, blogger, pesbuker, lemper he...:D~~
Hosting ataupun server sebagai rumah suatu website, kalau bisa di ibaratkan website merupakan makanan.
Internet merupakan truk ataupun transportasi yang digunakan untuk mengantar makanan yang bisa di nikmati melalui browser.

Penjelasan diatas cuman sekedar mempermudah pembaca, sebenernya juga tidak ada hubungannya dengan yang di bahas kali ini.
Tapi ya begitulah...


Web Server Internet Information Services atau sering disingkat IIS.
Biasanya secara default sudah tersedia dalam paketan CD Windows.
IIS merupakan web server yang biasa di pakai di kalangan windows.
Lain halnya dengan Aphace yang di pakai di keluarga LInux, tapi tidak menutup kemungkinan di pakai di keluarga windows.

Menginstall IIS sangat mudah dikarenakan sudah terpaket dengan CD Windows NT/2000/2003 dan XP Profesional.
Masuk ke menu Control panel --> Add/Remove Program --> Internet Information Services (IIS) --Next.



Sebelum anda selesai dengan proses installasi ini, biasanya akan muncul perintah memasukan CD Windows kita.
Maka anda harus menyiapkan CD windows tersebut. Setelah semua selesai tinggal kita chek apakah server kita sudah jalan.

Buka mozilla firefox atau IE (terserah browser kamu).
ketik http://127.0.0.1 atau http://localhost (tergantung IP kamu).
Maka akan kelihatan gambar dibawah ini.

secara default home direktori dari website anda di c:\inetpub\wwwroot.
sehingga apabila anda menaruh file di c:\inetpub\wwwroot\index.html,
Maka melalui browser bisa dilihat dengan alamat http://localhost/index.html atau http://127.0.0.1/index.html

Trus setelah anda menginstal IIS mau ngapain?

Ya kalau penulis dulu cuman sekedar iseng duank sich.
Tapi untuk latihan membuat website juga bisa, walaupun cuman secara offline.
Buat latihan PHP juga bisa, atau cuman sekedar tahu juga ndak ada salahnya.

Selain IIS sebenarnya masih banyak web server yang lain, saya ambil contoh Aphace ynag biasanya di pakai di Linux.
Tapi juga bisa di pakai di lingkungan Windows, hanya saja harus download program XAMPP dulu.
Silahkan download digoogle

Setelah download langsung Install saja. Yang penting next->next-> dan next sampai ada tulisan finish.
Terlihat seperti dalam gambar.


Seperti pada IIS tadi, tinggal kita ketik "localhost" atau ip kita "127.0.0.1" untuk mengecek website kita.
Bimsalabim....
maka keluarlah halaman XAMPP seperti didalam gambar, anda bisa menuju database atau phpMyAdmin..


Setelah itu?
anda bisa langsung membuat website secara offline, ataupun anda bisa mengginstall CMS ( Content Management System ) dulu.
Bisa Joomla, Drupal, Wordpress, ataupun CMS yang lain. Website andapun akan selesai dalam hitungan menit.

UNtuk proses penginstallan CMS mungkin bisa Saya posting kapan- kapan saja yach?.
Sudah ngantuk nie.
Besok mau survey gua lagi..

Greetz to:
samalona and coconut trees featuring winamp.
xcode_magaxine 5 sebagai inspirasiku.
Para pejuang malam yang sibuk di depan monitor semoga ada hasilnya.
Seseorang yang jauh disana dan selalu memikirkan ku hehehe.... V3 :D~~

Kamis, 22 April 2010

Sedikit kan kucerita.
Tentang sekumpulan orang yang tinggal di dalam kotak.
Hitam pekat, sumpek, menahan dan terus bertahan.
Kumpulan Bapak yang selalu berdiri tegar.
Ditemani Ibu ibu yang selalu datang dan pergi.
Atap bocor bukan masalah.
Urusan dapur sudah biasa.
kami disegani para tetangga,
Pernah para tetangga bilang “ Hebat juga bapak-bapak itu, walau di tinggal istri,
Tapi tetap tegar dan bisa merawat anak anak”.


Dulu kami merantau dan bertemu di sini.
Dulu kami masih sepuluh orang dan ditemani beberapa kakek disini.
Saling mengisi dan berbagi.
Tapi semakin lama semakin habis.
Suatu ketika.
Salah satu bapak mempunyai ide untuk berwirausaha dengan temannya.
Tinggal Sembilan,
Ada juga yang bertani dan harus pergi dari kami.
Mengganti kakeknya jadi lurah
Tujuh dan terus berkurang.
Ada yang dapat pekerjaan di kota,
Orangnya putih dan agak sipit dengan badan mungil.
Tapi kadang kalau lagi libur dia masih main kesini.
Tinggal enam bapak bapak menunggu nasib.
Tak lama kemudian.
2 bapak juga pergi tanpa sebab yang jelas.
Berkurang lagi penghuni kotak ini.
Tinggal 4 orang saja.
Tambah luas, tapi tambah pusing memikirkan anak anak tanggungan kami.
Untung saja ada ibu- ibu yang sering main dan menghibur kami.
Mungkin karena kami punya yang namanya kepentingan pribadi.
Tak selang berapa waktu, ada bapak yang ikut gurunya mengaji.
Dan sedikit mengurangi intensitasnya di kotak ini.
Makin sedikit saja.
Tinggal 3 bapak tak bermasa depan tinggal disini.
Parahnya salah satu bapak kecantol sama ibu –ibu yang aku kenalkan kemaren.
Tinggal 2 orang disini ditemani kakek yang ndak lama lagi umurnya.
Dan anak anak yang butuh makan.
Sedikit menyesal kenapa juga aku kenalkan sama ibu ibu kemaren.

Masalah sepertinya ndak berakhir saja.
Kakek yang dulunya sering sharing yang kukenal sebagai sebuah sosok pemimpin.
Sekarang berbeda, aneh.
Mungkin karena kelahiran cucu kami kemarin.
Sudah susah merawat 9 anak.
Masih ditambah 23 cucu.
Pusing, bingung, serba salah rasanya.

Umur kami tinggal beberapa bulan lagi.
Kami berdua takut didikan yang salah diterima cucu cucu kami.
Tapi kami percaya sama anak anak kami yang sekarang masih 6 orang.
Dan pasti akan terus berkurang.
Kami khawatir juga dengan kelakuan aneh kakek.
Kalau ndak di ingatkan bisa bahaya, kalau diingatkan kebangetan juga.

Demikian lah sebuah cerita dari kotak warna hitam,
Berisi Bapak bapak yang tegar, dan sekarang mulai putus asa saja.


Terima kasih anak anaku yang telah sabar.
Kakek kami yang selalu memberi nasehat.
Ibu ibu yang telah mengisi hati kami.
Dan juga cucu kami yang masih minum susu.
Kami sudah capek dan mau mati nak.
Teruskan cita cita bapak dan tanggung jawab bapak.

Sedikit kan kucerita.
Tentang sekumpulan orang yang tinggal di dalam kotak.
Hitam pekat, sumpek, menahan dan terus bertahan.
Kumpulan Bapak yang selalu berdiri tegar.
Ditemani Ibu ibu yang selalu datang dan pergi.
Atap bocor bukan masalah.
Urusan dapur sudah biasa.
kami disegani para tetangga,
Pernah para tetangga bilang “ Hebat juga bapak-bapak itu, walau di tinggal istri,
Tapi tetap tegar dan bisa merawat anak anak”.


Dulu kami merantau dan bertemu di sini.
Dulu kami masih sepuluh orang dan ditemani beberapa kakek disini.
Saling mengisi dan berbagi.
Tapi semakin lama semakin habis.
Suatu ketika.
Salah satu bapak mempunyai ide untuk berwirausaha dengan temannya.
Tinggal Sembilan,
Ada juga yang bertani dan harus pergi dari kami.
Mengganti kakeknya jadi lurah
Tujuh dan terus berkurang.
Ada yang dapat pekerjaan di kota,
Orangnya putih dan agak sipit dengan badan mungil.
Tapi kadang kalau lagi libur dia masih main kesini.
Tinggal enam bapak bapak menunggu nasib.
Tak lama kemudian.
2 bapak juga pergi tanpa sebab yang jelas.
Berkurang lagi penghuni kotak ini.
Tinggal 4 orang saja.
Tambah luas, tapi tambah pusing memikirkan anak anak tanggungan kami.
Untung saja ada ibu- ibu yang sering main dan menghibur kami.
Mungkin karena kami punya yang namanya kepentingan pribadi.
Tak selang berapa waktu, ada bapak yang ikut gurunya mengaji.
Dan sedikit mengurangi intensitasnya di kotak ini.
Makin sedikit saja.
Tinggal 3 bapak tak bermasa depan tinggal disini.
Parahnya salah satu bapak kecantol sama ibu –ibu yang aku kenalkan kemaren.
Tinggal 2 orang disini ditemani kakek yang ndak lama lagi umurnya.
Dan anak anak yang butuh makan.
Sedikit menyesal kenapa juga aku kenalkan sama ibu ibu kemaren.

Masalah sepertinya ndak berakhir saja.
Kakek yang dulunya sering sharing yang kukenal sebagai sebuah sosok pemimpin.
Sekarang berbeda, aneh.
Mungkin karena kelahiran cucu kami kemarin.
Sudah susah merawat 9 anak.
Masih ditambah 23 cucu.
Pusing, bingung, serba salah rasanya.

Umur kami tinggal beberapa bulan lagi.
Kami berdua takut didikan yang salah diterima cucu cucu kami.
Tapi kami percaya sama anak anak kami yang sekarang masih 6 orang.
Dan pasti akan terus berkurang.
Kami khawatir juga dengan kelakuan aneh kakek.
Kalau ndak di ingatkan bisa bahaya, kalau diingatkan kebangetan juga.

Demikian lah sebuah cerita dari kotak warna hitam,
Berisi Bapak bapak yang tegar, dan sekarang mulai putus asa saja.


Terima kasih anak anaku yang telah sabar.
Kakek kami yang selalu memberi nasehat.
Ibu ibu yang telah mengisi hati kami.
Dan juga cucu kami yang masih minum susu.
Kami sudah capek dan mau mati nak.
Teruskan cita cita bapak dan tanggung jawab bapak.

Kemarin tanggal 10 Maret 2010, tepatnya hari Rabu. Karena penat dengan banyaknya pikiran, emosi terpendam, dan hal hal jelek lainnya. Dengan tujuan utama mencari daerah karst yang cocok buat adik adik baruku. Ditemani para caver kawakan dari Solo: Unyil, Kecut, Shotil. Telah lama di rencanakan, akhirnya kami berangkat ke Praci. Walaupun dengan personil terbatas, alat seadanya, logistik minim, dan persiapan yang kurang, kamipun berangkat dengan semangat 55.

Perjalanan dari solo ke Praci (omae mbah e kecut) kira kira 2 jam, Walaupun dijalan sempat bertemu dengan orang pemerintahan yang sok tau. Tapi lucu juga sich, dapat sedikit hiburan.

Karena keberangkatan kita molor, seharusnya pagi sudah berangkat. Akhirnya terpaksa siang kita baru berangkat, sampai disana sekitar jam 12 siang. Istirahat sebentar, persiapan alat..
tau tau awan mendung, langit menangis. Haduh, akhirnya kita memutuskan untuk masuk malam saja. Malam dah datang, sebelum masuk di suruh maem dulu. Abis maem ndak jadi masuk, soale males n kuenyang.

Keesokan paginya kita langsung persiapan, masak, sarapan, pamit sama orang rumah. Langsung berangkat ke TKP, jarak antara basecamp dengan interance sekitar 1 km. Kita tempuh dengan naik motor sekitar 5 menit, jalan 10 menit. Letak gua ini di sisi bukit, dan di pusat depresi.

Kali ini team di bagi menjadi 2 kelompok, rigging (unyil, kecut) dan jingjing (aku, sothil). Terkendala dengan peralatan yang minim, maka proses melintasi lintasan juga agak lama. 4 personil dengan set 2 buah, logistik minim, dan juga dokumentasi yang seadanya.
Sedikit dekripsi ya!
Gua ini termasuk gua vertikal dan terdiri dari 2 pitch, dengan kedalaman pitch pertama sekitar 10 an meter,
dan pitch kedua sekitar 30-40 an meter (soalnya lupa bawa meteran kemarin). Setelah semua sudah turun, kita melanjutkan explore ke downstream dengan tujuan menemukan SBT. Panjang medan horizontal tersebut sekitar 100an meter, dengan materi TPGH komplit dari jalan biasa, squezzing, ada juga yang pakai teknik panjat. Medan Vertikal juga lumayan dengan variasi lintasan deviasi dan intermediet. Explorasi kali ini kami akhiri dengan CUE (Continue Un Explore) dengan alasan perlengkapan yang minim. Tetapi sepertinya masih terdapat lorong yang dalam, dan akan kami lanjutkan dengan pengambilan data, dalam bentuk peta, maupun semua yang bisa dimanfaatkan dalam gua tersebut. Yaitu sumber air buat penduduk desa sekitar gua tersebut.

Tulisan ini hanya sekedar dokumentasi maupun pengingat buat penulis.
jadi apabila terdapat kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi.

Dan ini penulis sedikit share foto yang kami dapatkan dengan kamera pocket biasa (maklum kalau jelek)

greetz to:
Show_tail, Unyhil, X_cute, Mbah e x_cute, masyarakat Desa Wonodadi, Lurah Desa Wonodadi.



Kemarin tanggal 10 Maret 2010, tepatnya hari Rabu. Karena penat dengan banyaknya pikiran, emosi terpendam, dan hal hal jelek lainnya. Dengan tujuan utama mencari daerah karst yang cocok buat adik adik baruku. Ditemani para caver kawakan dari Solo: Unyil, Kecut, Shotil. Telah lama di rencanakan, akhirnya kami berangkat ke Praci. Walaupun dengan personil terbatas, alat seadanya, logistik minim, dan persiapan yang kurang, kamipun berangkat dengan semangat 55.

Perjalanan dari solo ke Praci (omae mbah e kecut) kira kira 2 jam, Walaupun dijalan sempat bertemu dengan orang pemerintahan yang sok tau. Tapi lucu juga sich, dapat sedikit hiburan.

Karena keberangkatan kita molor, seharusnya pagi sudah berangkat. Akhirnya terpaksa siang kita baru berangkat, sampai disana sekitar jam 12 siang. Istirahat sebentar, persiapan alat..
tau tau awan mendung, langit menangis. Haduh, akhirnya kita memutuskan untuk masuk malam saja. Malam dah datang, sebelum masuk di suruh maem dulu. Abis maem ndak jadi masuk, soale males n kuenyang.

Keesokan paginya kita langsung persiapan, masak, sarapan, pamit sama orang rumah. Langsung berangkat ke TKP, jarak antara basecamp dengan interance sekitar 1 km. Kita tempuh dengan naik motor sekitar 5 menit, jalan 10 menit. Letak gua ini di sisi bukit, dan di pusat depresi.

Kali ini team di bagi menjadi 2 kelompok, rigging (unyil, kecut) dan jingjing (aku, sothil). Terkendala dengan peralatan yang minim, maka proses melintasi lintasan juga agak lama. 4 personil dengan set 2 buah, logistik minim, dan juga dokumentasi yang seadanya.
Sedikit dekripsi ya!
Gua ini termasuk gua vertikal dan terdiri dari 2 pitch, dengan kedalaman pitch pertama sekitar 10 an meter,
dan pitch kedua sekitar 30-40 an meter (soalnya lupa bawa meteran kemarin). Setelah semua sudah turun, kita melanjutkan explore ke downstream dengan tujuan menemukan SBT. Panjang medan horizontal tersebut sekitar 100an meter, dengan materi TPGH komplit dari jalan biasa, squezzing, ada juga yang pakai teknik panjat. Medan Vertikal juga lumayan dengan variasi lintasan deviasi dan intermediet. Explorasi kali ini kami akhiri dengan CUE (Continue Un Explore) dengan alasan perlengkapan yang minim. Tetapi sepertinya masih terdapat lorong yang dalam, dan akan kami lanjutkan dengan pengambilan data, dalam bentuk peta, maupun semua yang bisa dimanfaatkan dalam gua tersebut. Yaitu sumber air buat penduduk desa sekitar gua tersebut.

Tulisan ini hanya sekedar dokumentasi maupun pengingat buat penulis.
jadi apabila terdapat kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi.

Dan ini penulis sedikit share foto yang kami dapatkan dengan kamera pocket biasa (maklum kalau jelek)

greetz to:
Show_tail, Unyhil, X_cute, Mbah e x_cute, masyarakat Desa Wonodadi, Lurah Desa Wonodadi.



Jumat, 05 Maret 2010

Puncak dari kepusinganku,
Pengorbanan waktu, fisik, mental, materi, dan perasaan.
20 Februari 2010, DIklatsar Atwapala XXII.

9 hari tanpa internet, tanpa televisi, aktivitas sms an ku berkurang.
9 hari tanpa memikirkan kebutuhan pribadi.
Tapi diksar asyik juga sich....
Materi yang di berikan dalam diklatsar tersebut antara lain : Mountainerring, Rock Climbing, IMPK, SAR, P3K, Caving. Dan kemarin penulis mengisi materi mengenai Caving, tapi cuman yang dasar -dasar saja sich.
hehehe...

Walaupun sebenernya ada hal hal yang membuat emosi, benci, dan hal-hal negative lainnya waktu diksar. Tapi tetap saja sehabis diksar kembali normal lagi. Tidak tau kenapa dan bagaimana, mungkin di hutan banyak tekanan jadi mudah emosi kali ya?.
mungkin sich....

Sifat pribadi dari personil panitia muncul semua, sifat-sifat asli manusia akan muncul saat menjadi peserta ataupun panitia. Dari sifat yang baik, sampai semua sifat yang jelek, dan yang tidak sedikitpun tergambarkan dalam wajah aslinya. Sebenernya kalau kita pandang sisi positifnya kita bisa tahu sifat asli dari seseorang. Pemalas, egois, munafik, licik, pembohong semua keluar tanpa rasa malu.


Dan kita lebih tahu karakter yang tersembunyi dari salah satu personil. Sehingga apa bila kembali ke kota, kita bisa membuat kesimpulan dan lebih menjaga diri dari kebohongan seseorang tersebut. Dan penulis sendiri sekarang lebih tahu sifat asli dari teman penulis, para egois, para pemalas, pembohong. Tapi tidak apalah, kenyataannya penulis juga banyak keburuknya..
fine fine ajalah..

langsung penulis kasih tips agar biasa tinggal di hutan dengan nyaman.

- Setiap Anda pergi, baik ke hutan atau ke luar kota jangan sampai tidak membawa "seperangkat alat minggat".
- Jangan lupa membawa "senjata seorang mapala".
- Pakaian hangat dari "bawah sampai atas".
- Dan yang terakhir "survival kit".

Bila ke empat hal tersebut terpenuhi, maka kebutuhan kita akan terpenuhi, aman, dan terkendali. Baik saat kondisi sendirian ataupun berkelompok..
hahaha..

Tips yang terakhir
Lepas kaos kaki saat tidur dan saat kaos kaki basah, kalau tidak mau kakinya berbentuk seperti peta kontur. Dan jangan sekali kali memanggang kaki dalam keadaan dingin ataupun basah.

Trick trick diatas merupakan hasil pemikiran penulis selama bertahun tahun, dan dijamin manjur.
hahahaha....
Cuman bercanda duank.
Maksudnya tulisan diatas merupakan kesimpulan maupun pandangan penulis saat menjadi panitia diksar kemarin. Dan hasilnya bagaimana....?
Diksar terasa menyenangkan, dan kakiku ndak ngontur nie, cuman sedikit lecet sich.

Walaupun sesampainya di kampus tidak ada seseorang istimewa yang menyambut, tapi ndak apalah.
Sabar aja.....!!!
Tapi penulis sudah senang punya adik baru 23 orang, dan ndak mau sedih lagi.
Semoga adik- adiku baik yang baru maupun yang lama semuanya aktif.
Akur ndak rebutan cewe'
qiqiqi

Yaudah segitu dulu aja,
masalah materi kapan-kapan bisa penulis sharing sekalian, nunggu kebijakan pengurus.

Thankz for :
the big family of atwapala, mapala se-solo, yopala, zhero phase, adik- adiku yang tak sadar telah membuat ku menangis saat pelantikan kemarin,

Puncak dari kepusinganku,
Pengorbanan waktu, fisik, mental, materi, dan perasaan.
20 Februari 2010, DIklatsar Atwapala XXII.

9 hari tanpa internet, tanpa televisi, aktivitas sms an ku berkurang.
9 hari tanpa memikirkan kebutuhan pribadi.
Tapi diksar asyik juga sich....
Materi yang di berikan dalam diklatsar tersebut antara lain : Mountainerring, Rock Climbing, IMPK, SAR, P3K, Caving. Dan kemarin penulis mengisi materi mengenai Caving, tapi cuman yang dasar -dasar saja sich.
hehehe...

Walaupun sebenernya ada hal hal yang membuat emosi, benci, dan hal-hal negative lainnya waktu diksar. Tapi tetap saja sehabis diksar kembali normal lagi. Tidak tau kenapa dan bagaimana, mungkin di hutan banyak tekanan jadi mudah emosi kali ya?.
mungkin sich....

Sifat pribadi dari personil panitia muncul semua, sifat-sifat asli manusia akan muncul saat menjadi peserta ataupun panitia. Dari sifat yang baik, sampai semua sifat yang jelek, dan yang tidak sedikitpun tergambarkan dalam wajah aslinya. Sebenernya kalau kita pandang sisi positifnya kita bisa tahu sifat asli dari seseorang. Pemalas, egois, munafik, licik, pembohong semua keluar tanpa rasa malu.


Dan kita lebih tahu karakter yang tersembunyi dari salah satu personil. Sehingga apa bila kembali ke kota, kita bisa membuat kesimpulan dan lebih menjaga diri dari kebohongan seseorang tersebut. Dan penulis sendiri sekarang lebih tahu sifat asli dari teman penulis, para egois, para pemalas, pembohong. Tapi tidak apalah, kenyataannya penulis juga banyak keburuknya..
fine fine ajalah..

langsung penulis kasih tips agar biasa tinggal di hutan dengan nyaman.

- Setiap Anda pergi, baik ke hutan atau ke luar kota jangan sampai tidak membawa "seperangkat alat minggat".
- Jangan lupa membawa "senjata seorang mapala".
- Pakaian hangat dari "bawah sampai atas".
- Dan yang terakhir "survival kit".

Bila ke empat hal tersebut terpenuhi, maka kebutuhan kita akan terpenuhi, aman, dan terkendali. Baik saat kondisi sendirian ataupun berkelompok..
hahaha..

Tips yang terakhir
Lepas kaos kaki saat tidur dan saat kaos kaki basah, kalau tidak mau kakinya berbentuk seperti peta kontur. Dan jangan sekali kali memanggang kaki dalam keadaan dingin ataupun basah.

Trick trick diatas merupakan hasil pemikiran penulis selama bertahun tahun, dan dijamin manjur.
hahahaha....
Cuman bercanda duank.
Maksudnya tulisan diatas merupakan kesimpulan maupun pandangan penulis saat menjadi panitia diksar kemarin. Dan hasilnya bagaimana....?
Diksar terasa menyenangkan, dan kakiku ndak ngontur nie, cuman sedikit lecet sich.

Walaupun sesampainya di kampus tidak ada seseorang istimewa yang menyambut, tapi ndak apalah.
Sabar aja.....!!!
Tapi penulis sudah senang punya adik baru 23 orang, dan ndak mau sedih lagi.
Semoga adik- adiku baik yang baru maupun yang lama semuanya aktif.
Akur ndak rebutan cewe'
qiqiqi

Yaudah segitu dulu aja,
masalah materi kapan-kapan bisa penulis sharing sekalian, nunggu kebijakan pengurus.

Thankz for :
the big family of atwapala, mapala se-solo, yopala, zhero phase, adik- adiku yang tak sadar telah membuat ku menangis saat pelantikan kemarin,

Kamis, 11 Februari 2010

Manokwari, 9 Juli 2004 11:20
Tim ekspedisi Speolelogi (ahli goa) Prancis menemukan gua sangat dalam di pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Ketua tim ekspedisi berkebangsan Prancis, Bruno Thery, dalam laporannya kepada Pemkab Manokwari yang dikutip Antara di Manokwari, Jumat mengatakan, kedalaman goa tersebut mencapai sekitar 2.000 meter, dan merupakan salah satu yang terdalam di dunia.

Goa tersebut, menurut laporan tersebut, dikategorikan sebagai yang terdalam di dunia, diikuti goa di Prancis (1.610 m), Rusia (1.500 m), dan Spanyol (1.500 m).

Keberadaan goa tersebut hingga kini belum diketahui secara umum, karena belum pernah dipublikasikan.

Tim Speleologi Prancis bernama Ekspedisi Irian 1993, sebelumnya melakukan empat ekspedisi di daerah Merdey, Bintuni Kabupaten Teluk Bintuni tahun 1988 dan 1989, namun gagal.

Menurut Bruno Thery, dalam laporannya, ekspedisi pada waktu itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti hasil foto satelit yang menunjukkan bahwa di Pegunungan Lina terdapat goa alam dengan garis tengah puluhan meter dan kedalamannya mencapai 2.000 meter.

"Kegagalan tersebut menjadi tantangan karena pada tahun 1991 tim ekspedisi itu kembali melakukan penelitian di Daerah Ransiki, Mamei dan Isim yang hanya menemukan lobang kecil," katanya.

Dikatakan, ekspedisi berikutnya pada tahun 1994 baru menemukan goa tersebut yang dinilai sangat cocok dijadikan obyek penelitian dan pariwisata.

Hasil temuan tersebut dipromosikan ke penjuru dunia khususnya Eropa dan Amerika, karena olahraga caving (kegiatan menelusuri goa, Red) sangat disukai masyarakat di sana, apalagi kedalamannya melebihi goa Jean Bernard di Prancis yang dalamnya hanya 1.610 meter.

"Tim ekspedisi pimpinan Bruno Thery berjanji akan mengembangkan jenis olahraga penelusuran goa khususnya di wilayah Kepala Burung, Irian Jaya Barat, karena wilayah itu memiliki hutan dan alam yang masih murni, bahkan kaya dengan goa alam yang penuh misteri," ucapnya.

Selain goa terdalam di dunia, pihak WWF juga menemukan goa tempat berkembang biak puluhan jenis kelelawar di Cagar Alam Pegunungan Arfak yang panjangnya sekitar 900 meter.

Di kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak hidup bebas dengan tingkat populasi tinggi enam jenis kupu-kupu sayap burung (Ornithoptera rohchildi) yang ditangkap masyarakat suku Arfak di kawasan penyangga cagar alam tersebut.

Cagar pegunungan Arfak dengan areal seluas 65.300 hektar merupakan tempat koleksi biologi pertama di Tanah Papua oleh peneliti Eropa Lesson, Beccari dan Albertis pada tahun 1824-1827 dan 1872-1875.

Kawasan ini juga merupakan tempat asal (type locallity) sejumlah besar mamalia, burung, tumbuh-tumbuhan dan berbagai spesimen tanaman lainnya yang hingga kini masih menjadi sasaran penelitian para ilmuan dalam dan luar negeri karena spesies-spesies tersebut hanya bisa dijumpai pada kawasan cagar alam Pegunungan Arfak. [Tma, Ant] 

sumber : gatra

Manokwari, 9 Juli 2004 11:20
Tim ekspedisi Speolelogi (ahli goa) Prancis menemukan gua sangat dalam di pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Ketua tim ekspedisi berkebangsan Prancis, Bruno Thery, dalam laporannya kepada Pemkab Manokwari yang dikutip Antara di Manokwari, Jumat mengatakan, kedalaman goa tersebut mencapai sekitar 2.000 meter, dan merupakan salah satu yang terdalam di dunia.

Goa tersebut, menurut laporan tersebut, dikategorikan sebagai yang terdalam di dunia, diikuti goa di Prancis (1.610 m), Rusia (1.500 m), dan Spanyol (1.500 m).

Keberadaan goa tersebut hingga kini belum diketahui secara umum, karena belum pernah dipublikasikan.

Tim Speleologi Prancis bernama Ekspedisi Irian 1993, sebelumnya melakukan empat ekspedisi di daerah Merdey, Bintuni Kabupaten Teluk Bintuni tahun 1988 dan 1989, namun gagal.

Menurut Bruno Thery, dalam laporannya, ekspedisi pada waktu itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti hasil foto satelit yang menunjukkan bahwa di Pegunungan Lina terdapat goa alam dengan garis tengah puluhan meter dan kedalamannya mencapai 2.000 meter.

"Kegagalan tersebut menjadi tantangan karena pada tahun 1991 tim ekspedisi itu kembali melakukan penelitian di Daerah Ransiki, Mamei dan Isim yang hanya menemukan lobang kecil," katanya.

Dikatakan, ekspedisi berikutnya pada tahun 1994 baru menemukan goa tersebut yang dinilai sangat cocok dijadikan obyek penelitian dan pariwisata.

Hasil temuan tersebut dipromosikan ke penjuru dunia khususnya Eropa dan Amerika, karena olahraga caving (kegiatan menelusuri goa, Red) sangat disukai masyarakat di sana, apalagi kedalamannya melebihi goa Jean Bernard di Prancis yang dalamnya hanya 1.610 meter.

"Tim ekspedisi pimpinan Bruno Thery berjanji akan mengembangkan jenis olahraga penelusuran goa khususnya di wilayah Kepala Burung, Irian Jaya Barat, karena wilayah itu memiliki hutan dan alam yang masih murni, bahkan kaya dengan goa alam yang penuh misteri," ucapnya.

Selain goa terdalam di dunia, pihak WWF juga menemukan goa tempat berkembang biak puluhan jenis kelelawar di Cagar Alam Pegunungan Arfak yang panjangnya sekitar 900 meter.

Di kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak hidup bebas dengan tingkat populasi tinggi enam jenis kupu-kupu sayap burung (Ornithoptera rohchildi) yang ditangkap masyarakat suku Arfak di kawasan penyangga cagar alam tersebut.

Cagar pegunungan Arfak dengan areal seluas 65.300 hektar merupakan tempat koleksi biologi pertama di Tanah Papua oleh peneliti Eropa Lesson, Beccari dan Albertis pada tahun 1824-1827 dan 1872-1875.

Kawasan ini juga merupakan tempat asal (type locallity) sejumlah besar mamalia, burung, tumbuh-tumbuhan dan berbagai spesimen tanaman lainnya yang hingga kini masih menjadi sasaran penelitian para ilmuan dalam dan luar negeri karena spesies-spesies tersebut hanya bisa dijumpai pada kawasan cagar alam Pegunungan Arfak. [Tma, Ant] 

sumber : gatra