Berhubung foto narsis pada postingan kacamata gratis kemarin terlalu keren, alangkah baiknya jika saya tutup dengan sebuah postingan (biar nggak malu malu in). Kali ini saya tidak ingin bercerita sesuatu yang nggak bermutu, ataupun sesuatu yang berbau "gunung", tetapi kali ini saya akan sedikit pamer sesuatu.
Sesuatu yang sebenernya tidak pengen saya pamerkan dari dulu, tentang sebuah aib, tentang sebuah goresan yang selalu saya hapus, gores, hapus, gores dan hapus (wkwkwkwkwk). Tak mudah menyelesaikannya, perlu konsentrasi amat tinggi agar goresan tersebut menjadi sebuah "sesuatu". Mengotori sebuah kertas putih, selalu menambahkan noda, S-E-L-A-L-U..
Ngomong apa sih??
Saya akan menceritakan sebuah pengalaman spiritual pribadi, yang menghiasi proses belajar saya kemarin di pare. Kampoeng Inggris Pare, Kediri.
Bertemu orang orang baru, sifat pribadi yang berbeda beda antara satu sama lain, dan yang jelas pola pikir dari disiplin ilmu yang berbeda beda pula. Tapi disini semuanya mempelajari sesuatu yang sama, yaitu "bahasa inggris".
Karena foto foto masih belum lengkap, jadi masalah kampoeng inggris dibahas lain waktu aja...
Cewek yang ngakunya baru lulus dari UNPAD ini berasal dari Riau nan jauh dimato sana. Kemarin kami sekelas dalam program listening di "Logico" (salah satu tempat kursus di pare). Pertama bertemu dengannya memang ada yang menarik dari dia, senyum nya bener bener "ngadem ne" ati.
Cewek kidal yang satu ini selain memiliki senyum menawan, juga memiliki suara yang lemah lembut. Pastilah betah ngobrol dengannya sampai berjam jam jika ditemani setoples cemilan.
Yang menarik dari mbak Intan yaitu dia "left-handed", iya mbak intan memiliki tangan kidal. Sesekali ku melihat dia menggores ngoreskan pensil yang dia pegang dengan tangan kirinya ke atas kertas. Membuat penasaran apa yang sedang digambarnya saat kelas listening kemarin.
Pastilah dia suka menggambar juga :D
Pastilah dia suka menggambar juga :D
Tangan yang kecil dan jemari lentiknya seakan melengkapi kesempurnaan wajahnya yang teduh itu, sebuah karya seni yang nyata di depan mata. Di sela sela waktu kelas listening, ku sempatkan mencari celah agar bisa bisa melihat senyumnya. Sesaat ingin ku lukis senyum dari wajah bidadari ini, tetapi malu rasanya jika melihatnya secara langsung.
Akhirnya, dengan bermodalkan kamera HP pinjeman, dan layaknya seorang paparazi. Ku jeprat jepret secara sembunyi sembunyi dari samping dan belakang, hahahahahaha (niat banget).
Dan kesempatan ke 2 akhirnya ku dapatkan. Waktu itu acara buka bersama di warung makan "Wisata Jamur".
Memang mungkin sudah ditakdirkan, ternyata dia duduk di depan ku, tanpa basa basi dan berpikir panjang langsung ku keluarkan camera pinjeman tadi. Jeprat jepret sepuasnya donk...
Tapi sayang rencana foto bareng nggak kesampaian (mungkin lain waktu ya mbak)
Semoga coretan yang saya berikan kemarin bisa menjadi kenang kenangan buat beliau, walaupun salah tulis nama T.T
Akhirnya, dengan bermodalkan kamera HP pinjeman, dan layaknya seorang paparazi. Ku jeprat jepret secara sembunyi sembunyi dari samping dan belakang, hahahahahaha (niat banget).
Dan kesempatan ke 2 akhirnya ku dapatkan. Waktu itu acara buka bersama di warung makan "Wisata Jamur".
Memang mungkin sudah ditakdirkan, ternyata dia duduk di depan ku, tanpa basa basi dan berpikir panjang langsung ku keluarkan camera pinjeman tadi. Jeprat jepret sepuasnya donk...
Tapi sayang rencana foto bareng nggak kesampaian (mungkin lain waktu ya mbak)
Semoga coretan yang saya berikan kemarin bisa menjadi kenang kenangan buat beliau, walaupun salah tulis nama T.T
"Sri Intani , bidadari dari Riau" semoga ku di beri kesempatan bertemu di lain waktu













