Sabtu, 25 Juni 2011

Oleh

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Pertama-tama aku menasihatimu dan diriku agar bertakwa kepada Allah Jalla Jalaluhu, kemudian apa saja yang menjadi bagian/cabang dari ketakwaan kepada Allah Tabaarakan wa Ta'ala seperti :

[1]. Hendaklah kamu menuntut ilmu semata-mata hanya karena ikhlas kepada Allah Jalla Jalaluhu, dengan tidak menginginkan dibalik itu balasan dan ucapan terima kasih. Tidak pula menginginkan agar menjadi pemimpin di majelis-majelis ilmu. Tujuan menuntut ilmu hanyalah untuk mencapai derajat yang Allah Jalla Jalaluhu telah khususkan bagi para ulama. Dalam firmanNya.

"Artinya : ... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat ...?" [Al-Mujaadilah : 11]>
[2]. Menjauhi perkara-perkara yang dapat menggelincirkanmu, yang sebagian " Thalibul Ilmi" (para penuntut ilmu) telah terperosok dan terjatuh padanya. >
Diantara perkara-perkara itu :
[a] Mereka amat cepat terkuasai oleh sifat ujub (kagum pada diri sendiri) dan terpedaya, sehingga ingin menaiki kepala mereka sendiri.
[b] Mengeluarkan fatwa untuk dirinya dan untuk orang lain sesuai dengan apa yang tampak menurut pandangannya, tanpa meminta bantuan (dari pendapat-pendapat) para ulama Salaf pendahulu ummat ini, yang telah meninggalkan "harta warisan" berupa ilmu yang menerangi dan menyinari dunia keilmuan Islam. (Dengan warisan) itu jika dijadikan sebagai alat bantu dalam upaya penyelesaian berbagai musibah/bencana yang bertumpuk sepanjang perjalanan zaman. Sebagai mana kita telah ikut menjalani/merasakannya, dimana sepanjang zaman itu dalam kondisi yang sangat gelap gulita.
Meminta bantuan dalam berpendapat dengan berpedoman pada perkataan dan pendapat Salaf, akan sangat membantu kita untuk menghilangkan berbagai kegelapan dan mengembalikan kita kepada sumber Islam yang murni, yaitu al-Qur'an dan as-Sunnah yang shahihah.
Sesuatu yang tidak tertutup bagi kalian bahwasannya aku hidup di suatu zaman yang mana kualami padanya dua perkara yang kontradiksi dan bertolak belakang, yaitu pada zaman dimana kaum muslimin, baik para syaikh maupun para penuntut ilmu, kaum awam ataupun yang memiliki ilmu, hidup dalam jurang taqlid, bukan saja pada madzhab, bahkan lebih dari itu bertaqlid pada nenek moyang mereka.
Sedangkan kami dalam upaya menghentikan sikap tersebut, mengajak manusia kepada al-Qur'an dan as-Sunnah. Demikian juga yang terjadi di berbagai negeri Islam. Ada beberapa orang tertentu yang mengupayakan seperti apa yang kami upayakan, sehingga kamipun hidup bagaikan "Ghuraba" (orang-orang asing) yang telah digambarkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dalam beberapa hadits beliau yang telah dimaklumi, seperti :
"Artinya : Sesungguhnya awal mula Islam itu sebagai suatu yang asing/aneh, dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya, maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing"
Dalam sebagian riwayat, Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya : Mereka (al-Ghurabaa) adalah orang-orang shaleh yang jumlahnya sedikit sekeliling orang banyak, yang mendurhakai mereka lebih banyak dari yang mentaati mereka" [Hadits Riwayat Ahmad]

Dalam riwayat yang lain beliau bersabda :

"Artinya : Mereka orang-orang yang memperbaiki apa yang telah di rusak oleh manusia dari Sunnah-Sunnahku sepeninggalku".

Aku katakan : "Kami telah alami zaman itu, lalu kami mulai membangun sebuah pengaruh yang baik bagi dakwah yang di lakukan oleh mereka para ghuraba, dengan tujuan mengadakan perbaikan ditengah barisan para pemuda mukmin. Sehingga kami jumpai bahwa para pemuda beristiqomah dalam kesungguhan di berbagai negeri muslim, giat dalam berpegang teguh pada al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala mengetahui keshahihannya".

Akan tetapi kegembiraan kami terhadap kebangkitan yang kami rasakan pada tahun-tahun terakhir tidak berlangsung lama. Kita telah dikejutkan dengan terjadinya sikap "berbalik", dan perubahan yang dahsyat pada diri pemuda-pemuda itu, di sebagian negeri[1]. Sikap tersebut, hampir saja memusnahkan pengaruh dan buah yang baik sebagai hasil kebangkitan ini, apa penyebabnya ? Di sinilah letak sebuah pelajaran penting, penyebabnya adalah karena mereka tertimpa oleh perasaan ujub (membanggakan diri) dan terperdaya oleh kejelasan bahwa mereka berada di atas ilmu yang shahih. Perasaan tersebut bukan saja diseputar para pemuda muslim yang terlantar, bahkan terhadap para ulama. Perasaan itu muncul tatkala merasa bahwa mereka memilki keunggulan dengan lahirnya kebangkitan ini, atas para ulama, ahli ilmu dan para syaikh yang bertebaran diberbagai belahan dunia Islam.

Sebagaimana merekapun tidak mensyukuri nikmat Allah Jalla Jalaluhu yang telah memberikan Taufik dan Petunjuk kepada mereka untuk mengenal ilmu yang benar beserta adab-adabnya. Mereka tertipu oleh diri mereka sendiri dan mengira sesungguhnya mereka telah berada pada status kedudukan dan posisi tertentu.

Merekapun mulai mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak matang alias mentah, tidak berdiri diatas sebuah pemahaman yang bersumber dari al-Qur'an dan as-Sunnah. Maka tampaklah fatwa-fatwa itu dari pendapat-pendapat yang tidak matang, lalu mereka mengira bahwasanya itulah ilmu yang terambil dari al-Qur'an dan as-Sunnah, maka mereka pun tersesat dengan pendapat-pendapat itu, dan juga menyesatkan banyak orang.

Suatu hal yang tidak sama bagi kalian, akibat dari itu semuanya muncullah sekelompok orang ("suatu jama'ah") dibeberapa negeri Islam yang secara lantang mengkafirkan setiap jama'ah-jama'ah muslimin dengan filsafat-filsafat yang tidak dapat diungkapkan secara mendalam pada kesempatan yang secepat ini, apalagi tujuan kami pada kesempatan ini hanya untuk menasehati dan mengingatkan para penuntut ilmu dan para du'at (da'i).

Oleh sebab itu saya menasehati saudara-saudara kami ahli sunnah dan ahli hadits yang berada di setiap negeri muslim, agar bersabar dalam menuntut ilmu, hendaklah tidak terperdaya oleh apa yang telah mereka capai berupa ilmu yang dimilikinya. Pada hakekatnya mereka hanyalah mengikuti jalan, dan tidak hanya bersandar pada pemahaman-pemahaman murni mereka atau apa yang mereka sebut dengan "ijtihad mereka".

Saya banyak mendengar pula dari saudara-saudara kami, mereka mengucapkan kalimat itu, dengan sangat mudah dan gampang tanpa memikirkan akibatnya : "Saya berijtihad". Atau "Saya berpendapat begini" atau "Saya tidak berpendapat begitu", dan ketika anda bertanya kepada mereka ; Kamu berijtihad berdasarkan pada apa, sehingga pendapatmu begini dan begitu ? Apakah kamu bersandar pada pemahaman al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta ijma' (kesepakatan) para ulama dari kalangan Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan yang lainnya ? Ataukah pendapatmu ini hanya hawa nafsu dan pemahaman yang pendek dalam menganalisa dan beristidlal (pengambilan dalil)?. Inilah realitanya, berpendapat berdasarkan hawa nafsu, pemahaman yang kerdil dalam menganalisa dan beristidlal. Ini semuanya dalam keyakinanku disebabkan karena perasaan ujub, kagum pada diri sendiri dan terperdaya.

Oleh sebab itu saya jumpai di dunia Islam sebuah fenomena (gejala) yang sangat aneh, tampak pada sebagian karya-karya tulis.

Fenomena tersebut tampak dimana seorang yang tadinya sebagai musuh hadits, menjadi seorang penulis dalam ilmu hadits supaya dikatakan bahwa dia memiliki karya dalam ilmu hadits. Padahal jika anda kembali melihat tulisannya dalam ilmu yang mulia ini, anda akan jumpai sekedar kumpulan nukilan-nukilan dari sini dan dari sana, lalu jadilah sebuah karya tersebut. Nah apakah faktor pendorongnya (dalam melakukan hal ini) wahai anak muda ? Faktor pendorongnya adalah karena ingin tampak dan muncul di permukaan. Maka benarlah orang yang berkata.

"Perasaan cinta/senang untuk tampil akan mematahkan punggung (akan berkaibat buruk)"

Sekali lagi saya menasehati saudara-saudaraku para penuntut ilmu, agar menjauhi segala perangai yang tidak Islami, seperti perasaan terperdaya oleh apa yang telah diberikan kepada mereka berupa ilmu, dan janganlah terkalahkan oleh perasaan ujub terhadap diri sendiri.

Sebagai penutup nasehat ini hendaklah mereka menasehati manusia dengan cara yang terbaik, menghindar dari penggunaan cara-cara kaku dan keras di dalam berdakwah, karena kami berkeyakinan bahwasanya Allah Jalla Jalaluhu ketika berfirman.

"Artinya : Serulah manusia kejalan Rabbmu dengan hikmah dan peringatan yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang terbaik ..." [An-Nahl : 125]

Bahwa sesungguhnya Allah Jalla Jalaluhu tidaklah mengatakannya kecuali dengan kebenaran (al-haq) itu, terasa berat oleh jiwa manusia, oleh sebab itu ia cenderung menyombongkan diri untuk menerimannya, kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah. Maka dari itu, jika di padukan antara beratnya kebenaran pada jiwa manusia plus cara dakwah yang keras lagi kaku, ini berarti menjadikan manusia semakin jauh dari panggilan dakwah, sedangkan kalian telah mengetahui sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Bahwasanya di antara kalian ada orang-orang yang menjauhkan (manusia dari agama) ; beliau mengucapkan tiga kali".

[Nasehat ini dinukil dari kitab "Hayat al-Albani" halaman : 452-455]

[Disalin dari Majalah : as-Salafiyah, edisi ke 5/Th 1420-1421. hal 41-48, dengan judul asli "Hukmu Fiqhil Waqi' wa Ahammiyyatuhu". Ashalah, diterjemahkan oleh Mubarak BM Bamuallim LC dalam Buku "Biografi Syaikh Al-Albani Mujaddid dan Ahli Hadits Abad ini" hal. 127-150 Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.]

Oleh

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Pertama-tama aku menasihatimu dan diriku agar bertakwa kepada Allah Jalla Jalaluhu, kemudian apa saja yang menjadi bagian/cabang dari ketakwaan kepada Allah Tabaarakan wa Ta'ala seperti :

[1]. Hendaklah kamu menuntut ilmu semata-mata hanya karena ikhlas kepada Allah Jalla Jalaluhu, dengan tidak menginginkan dibalik itu balasan dan ucapan terima kasih. Tidak pula menginginkan agar menjadi pemimpin di majelis-majelis ilmu. Tujuan menuntut ilmu hanyalah untuk mencapai derajat yang Allah Jalla Jalaluhu telah khususkan bagi para ulama. Dalam firmanNya.

"Artinya : ... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat ...?" [Al-Mujaadilah : 11]>
[2]. Menjauhi perkara-perkara yang dapat menggelincirkanmu, yang sebagian " Thalibul Ilmi" (para penuntut ilmu) telah terperosok dan terjatuh padanya. >
Diantara perkara-perkara itu :
[a] Mereka amat cepat terkuasai oleh sifat ujub (kagum pada diri sendiri) dan terpedaya, sehingga ingin menaiki kepala mereka sendiri.
[b] Mengeluarkan fatwa untuk dirinya dan untuk orang lain sesuai dengan apa yang tampak menurut pandangannya, tanpa meminta bantuan (dari pendapat-pendapat) para ulama Salaf pendahulu ummat ini, yang telah meninggalkan "harta warisan" berupa ilmu yang menerangi dan menyinari dunia keilmuan Islam. (Dengan warisan) itu jika dijadikan sebagai alat bantu dalam upaya penyelesaian berbagai musibah/bencana yang bertumpuk sepanjang perjalanan zaman. Sebagai mana kita telah ikut menjalani/merasakannya, dimana sepanjang zaman itu dalam kondisi yang sangat gelap gulita.
Meminta bantuan dalam berpendapat dengan berpedoman pada perkataan dan pendapat Salaf, akan sangat membantu kita untuk menghilangkan berbagai kegelapan dan mengembalikan kita kepada sumber Islam yang murni, yaitu al-Qur'an dan as-Sunnah yang shahihah.
Sesuatu yang tidak tertutup bagi kalian bahwasannya aku hidup di suatu zaman yang mana kualami padanya dua perkara yang kontradiksi dan bertolak belakang, yaitu pada zaman dimana kaum muslimin, baik para syaikh maupun para penuntut ilmu, kaum awam ataupun yang memiliki ilmu, hidup dalam jurang taqlid, bukan saja pada madzhab, bahkan lebih dari itu bertaqlid pada nenek moyang mereka.
Sedangkan kami dalam upaya menghentikan sikap tersebut, mengajak manusia kepada al-Qur'an dan as-Sunnah. Demikian juga yang terjadi di berbagai negeri Islam. Ada beberapa orang tertentu yang mengupayakan seperti apa yang kami upayakan, sehingga kamipun hidup bagaikan "Ghuraba" (orang-orang asing) yang telah digambarkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dalam beberapa hadits beliau yang telah dimaklumi, seperti :
"Artinya : Sesungguhnya awal mula Islam itu sebagai suatu yang asing/aneh, dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya, maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing"
Dalam sebagian riwayat, Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Artinya : Mereka (al-Ghurabaa) adalah orang-orang shaleh yang jumlahnya sedikit sekeliling orang banyak, yang mendurhakai mereka lebih banyak dari yang mentaati mereka" [Hadits Riwayat Ahmad]

Dalam riwayat yang lain beliau bersabda :

"Artinya : Mereka orang-orang yang memperbaiki apa yang telah di rusak oleh manusia dari Sunnah-Sunnahku sepeninggalku".

Aku katakan : "Kami telah alami zaman itu, lalu kami mulai membangun sebuah pengaruh yang baik bagi dakwah yang di lakukan oleh mereka para ghuraba, dengan tujuan mengadakan perbaikan ditengah barisan para pemuda mukmin. Sehingga kami jumpai bahwa para pemuda beristiqomah dalam kesungguhan di berbagai negeri muslim, giat dalam berpegang teguh pada al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala mengetahui keshahihannya".

Akan tetapi kegembiraan kami terhadap kebangkitan yang kami rasakan pada tahun-tahun terakhir tidak berlangsung lama. Kita telah dikejutkan dengan terjadinya sikap "berbalik", dan perubahan yang dahsyat pada diri pemuda-pemuda itu, di sebagian negeri[1]. Sikap tersebut, hampir saja memusnahkan pengaruh dan buah yang baik sebagai hasil kebangkitan ini, apa penyebabnya ? Di sinilah letak sebuah pelajaran penting, penyebabnya adalah karena mereka tertimpa oleh perasaan ujub (membanggakan diri) dan terperdaya oleh kejelasan bahwa mereka berada di atas ilmu yang shahih. Perasaan tersebut bukan saja diseputar para pemuda muslim yang terlantar, bahkan terhadap para ulama. Perasaan itu muncul tatkala merasa bahwa mereka memilki keunggulan dengan lahirnya kebangkitan ini, atas para ulama, ahli ilmu dan para syaikh yang bertebaran diberbagai belahan dunia Islam.

Sebagaimana merekapun tidak mensyukuri nikmat Allah Jalla Jalaluhu yang telah memberikan Taufik dan Petunjuk kepada mereka untuk mengenal ilmu yang benar beserta adab-adabnya. Mereka tertipu oleh diri mereka sendiri dan mengira sesungguhnya mereka telah berada pada status kedudukan dan posisi tertentu.

Merekapun mulai mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak matang alias mentah, tidak berdiri diatas sebuah pemahaman yang bersumber dari al-Qur'an dan as-Sunnah. Maka tampaklah fatwa-fatwa itu dari pendapat-pendapat yang tidak matang, lalu mereka mengira bahwasanya itulah ilmu yang terambil dari al-Qur'an dan as-Sunnah, maka mereka pun tersesat dengan pendapat-pendapat itu, dan juga menyesatkan banyak orang.

Suatu hal yang tidak sama bagi kalian, akibat dari itu semuanya muncullah sekelompok orang ("suatu jama'ah") dibeberapa negeri Islam yang secara lantang mengkafirkan setiap jama'ah-jama'ah muslimin dengan filsafat-filsafat yang tidak dapat diungkapkan secara mendalam pada kesempatan yang secepat ini, apalagi tujuan kami pada kesempatan ini hanya untuk menasehati dan mengingatkan para penuntut ilmu dan para du'at (da'i).

Oleh sebab itu saya menasehati saudara-saudara kami ahli sunnah dan ahli hadits yang berada di setiap negeri muslim, agar bersabar dalam menuntut ilmu, hendaklah tidak terperdaya oleh apa yang telah mereka capai berupa ilmu yang dimilikinya. Pada hakekatnya mereka hanyalah mengikuti jalan, dan tidak hanya bersandar pada pemahaman-pemahaman murni mereka atau apa yang mereka sebut dengan "ijtihad mereka".

Saya banyak mendengar pula dari saudara-saudara kami, mereka mengucapkan kalimat itu, dengan sangat mudah dan gampang tanpa memikirkan akibatnya : "Saya berijtihad". Atau "Saya berpendapat begini" atau "Saya tidak berpendapat begitu", dan ketika anda bertanya kepada mereka ; Kamu berijtihad berdasarkan pada apa, sehingga pendapatmu begini dan begitu ? Apakah kamu bersandar pada pemahaman al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta ijma' (kesepakatan) para ulama dari kalangan Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan yang lainnya ? Ataukah pendapatmu ini hanya hawa nafsu dan pemahaman yang pendek dalam menganalisa dan beristidlal (pengambilan dalil)?. Inilah realitanya, berpendapat berdasarkan hawa nafsu, pemahaman yang kerdil dalam menganalisa dan beristidlal. Ini semuanya dalam keyakinanku disebabkan karena perasaan ujub, kagum pada diri sendiri dan terperdaya.

Oleh sebab itu saya jumpai di dunia Islam sebuah fenomena (gejala) yang sangat aneh, tampak pada sebagian karya-karya tulis.

Fenomena tersebut tampak dimana seorang yang tadinya sebagai musuh hadits, menjadi seorang penulis dalam ilmu hadits supaya dikatakan bahwa dia memiliki karya dalam ilmu hadits. Padahal jika anda kembali melihat tulisannya dalam ilmu yang mulia ini, anda akan jumpai sekedar kumpulan nukilan-nukilan dari sini dan dari sana, lalu jadilah sebuah karya tersebut. Nah apakah faktor pendorongnya (dalam melakukan hal ini) wahai anak muda ? Faktor pendorongnya adalah karena ingin tampak dan muncul di permukaan. Maka benarlah orang yang berkata.

"Perasaan cinta/senang untuk tampil akan mematahkan punggung (akan berkaibat buruk)"

Sekali lagi saya menasehati saudara-saudaraku para penuntut ilmu, agar menjauhi segala perangai yang tidak Islami, seperti perasaan terperdaya oleh apa yang telah diberikan kepada mereka berupa ilmu, dan janganlah terkalahkan oleh perasaan ujub terhadap diri sendiri.

Sebagai penutup nasehat ini hendaklah mereka menasehati manusia dengan cara yang terbaik, menghindar dari penggunaan cara-cara kaku dan keras di dalam berdakwah, karena kami berkeyakinan bahwasanya Allah Jalla Jalaluhu ketika berfirman.

"Artinya : Serulah manusia kejalan Rabbmu dengan hikmah dan peringatan yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang terbaik ..." [An-Nahl : 125]

Bahwa sesungguhnya Allah Jalla Jalaluhu tidaklah mengatakannya kecuali dengan kebenaran (al-haq) itu, terasa berat oleh jiwa manusia, oleh sebab itu ia cenderung menyombongkan diri untuk menerimannya, kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah. Maka dari itu, jika di padukan antara beratnya kebenaran pada jiwa manusia plus cara dakwah yang keras lagi kaku, ini berarti menjadikan manusia semakin jauh dari panggilan dakwah, sedangkan kalian telah mengetahui sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Bahwasanya di antara kalian ada orang-orang yang menjauhkan (manusia dari agama) ; beliau mengucapkan tiga kali".

[Nasehat ini dinukil dari kitab "Hayat al-Albani" halaman : 452-455]

[Disalin dari Majalah : as-Salafiyah, edisi ke 5/Th 1420-1421. hal 41-48, dengan judul asli "Hukmu Fiqhil Waqi' wa Ahammiyyatuhu". Ashalah, diterjemahkan oleh Mubarak BM Bamuallim LC dalam Buku "Biografi Syaikh Al-Albani Mujaddid dan Ahli Hadits Abad ini" hal. 127-150 Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.]

Jumat, 24 Juni 2011

tips menaikan traffic blog alexa rank
Sudah hampir sebulan lebih semenjak berhenti blogging sampai aktif blogging lagi, sempat ndak ngeblog lama gara gara sibuk ngerjain Tugas Akhir (bukan sibuk sih, tapi itu memang sudah jadi kewajiban saya). Dari rangking Alexa waktu mendaftar pertama sekitar 24 juta lebih, sekarang sudah menginjak rangking 4,3 juta, lumayan lah buat blogger yang jarang update kayak saya (sebenernya saya blogger lama, tapi ndak aktif dan jarang posting). Masih pengen Rangking Alexa Menyentuh Ratusan Ribu nie, masak sudah sebulan baru naik 20 an juta duank.


Terima kasih buat para blogger lain (khusunya yang sering ninggal jejak lewat koment), kalian sudah membantu membuat traffic blog saya lumayan merangkak naik, walaupun blum maksimal sich. Pengunjung yang datang ke blog saya dari search engine GOOGLE saja masih dibawah 10 visitor per harinya, dan jumlah total per harinya ndak sampai 100 page per day nya, payah banget nie. Padahal saya lihat blogger Indonesia sama Malaysia yang lain bisa nyampai 1000 visitor per day itu sudah biasa.


Kalau dari prediksi alexa, blog saya akan menyentuh angka 1,8 juta satu bulan lagi dengan standar rasio peningkatan pengunjung seperti ini. Sudah lumayan banyak optimasi SEO saya terapkan di blog yang sederhana ini. Dan Alhamdulillah memang terjadi peningkatan pengunjung dan rangking di alexa. Dari Optimasi Meta Keyword, Link antar artikel, Backlink, dsb, sudah saya lakukan bahkan tiap hari jalan-jalan (blog walking) dan promosi lewat komentar. Satu hal yang kurang dari blog ini, masalah kontent. Susah juga membuat kontent yang update, yang relevan sesuai perkembangan jaman, tetapi juga ada hubungannya dengan permasalahan pribadi dan mendukung High Paying Keyword yang sering di search sama pengguna internet.

Dan yang dapat saya simpulkan selama ngeblog sebulan ini adalah:
1. Pengunjung lewat search engine lebih di pandang oleh tante alexa daripada dari blog walking.
2. Pengunjung dari luar Indonesia sangat mempengaruhi dari pada dari dalam negeri.
3. Sering mengupdate postingan belum tentu menaikan traffic, lebih baik rutin dan continous.
4. Penggunaan bahasa baku lebih mudah masuk di SERP nya GOOLE, dari pada bahasa gahul.
5. Posting sesuatu yang berbau "TIPS, Tutorial, Teoritical, dan FREE", mungkin banyak yang nyari.
6. Blogwalking and leaving some comment memang perlu.



Apabila masih bingung, saya ada sedikit tips tentang cara menaikan visitor dengan artikel lama anda, gunakan google analytics untuk menaikan visitor.

tips menaikan traffic blog alexa rank
Sudah hampir sebulan lebih semenjak berhenti blogging sampai aktif blogging lagi, sempat ndak ngeblog lama gara gara sibuk ngerjain Tugas Akhir (bukan sibuk sih, tapi itu memang sudah jadi kewajiban saya). Dari rangking Alexa waktu mendaftar pertama sekitar 24 juta lebih, sekarang sudah menginjak rangking 4,3 juta, lumayan lah buat blogger yang jarang update kayak saya (sebenernya saya blogger lama, tapi ndak aktif dan jarang posting). Masih pengen Rangking Alexa Menyentuh Ratusan Ribu nie, masak sudah sebulan baru naik 20 an juta duank.


Terima kasih buat para blogger lain (khusunya yang sering ninggal jejak lewat koment), kalian sudah membantu membuat traffic blog saya lumayan merangkak naik, walaupun blum maksimal sich. Pengunjung yang datang ke blog saya dari search engine GOOGLE saja masih dibawah 10 visitor per harinya, dan jumlah total per harinya ndak sampai 100 page per day nya, payah banget nie. Padahal saya lihat blogger Indonesia sama Malaysia yang lain bisa nyampai 1000 visitor per day itu sudah biasa.


Kalau dari prediksi alexa, blog saya akan menyentuh angka 1,8 juta satu bulan lagi dengan standar rasio peningkatan pengunjung seperti ini. Sudah lumayan banyak optimasi SEO saya terapkan di blog yang sederhana ini. Dan Alhamdulillah memang terjadi peningkatan pengunjung dan rangking di alexa. Dari Optimasi Meta Keyword, Link antar artikel, Backlink, dsb, sudah saya lakukan bahkan tiap hari jalan-jalan (blog walking) dan promosi lewat komentar. Satu hal yang kurang dari blog ini, masalah kontent. Susah juga membuat kontent yang update, yang relevan sesuai perkembangan jaman, tetapi juga ada hubungannya dengan permasalahan pribadi dan mendukung High Paying Keyword yang sering di search sama pengguna internet.

Dan yang dapat saya simpulkan selama ngeblog sebulan ini adalah:
1. Pengunjung lewat search engine lebih di pandang oleh tante alexa daripada dari blog walking.
2. Pengunjung dari luar Indonesia sangat mempengaruhi dari pada dari dalam negeri.
3. Sering mengupdate postingan belum tentu menaikan traffic, lebih baik rutin dan continous.
4. Penggunaan bahasa baku lebih mudah masuk di SERP nya GOOLE, dari pada bahasa gahul.
5. Posting sesuatu yang berbau "TIPS, Tutorial, Teoritical, dan FREE", mungkin banyak yang nyari.
6. Blogwalking and leaving some comment memang perlu.



Apabila masih bingung, saya ada sedikit tips tentang cara menaikan visitor dengan artikel lama anda, gunakan google analytics untuk menaikan visitor.

Bangun pagi pagi pikiran jadi jernih, kalau lagi pikiran jernih begini enaknya update entry. Sedikit membahas Indonesia dan Malaysia ndak apa apa ya?

Setelah 3 tahunan lah aktif di dunia cyber, dunia maya, dunia yang semuanya bisa didapat secara free. Dari cuman pengen download video skateboarding, chating, sampai masuk dunia para "underground" dan akhirnya sedikit berblogging ria.


Kembali ke topik, Sekarang yang mau Saya bahas mengenai blogger Indonesia dan Malaysia. Siapa tak mengenal "perseteruan" antara blogger Indonesia dan Malaysia? Siapa yang ndak tahu "peperangan" para "defacer" (saya tidak bilang HACKER lho, nanti ada yang marah....) di dunia cyber ini? dan satu lagi, Siapa yang tidak tahu perseteruan pemerintahan Malaysia dan Indonesia? Bukan rahasia lagi kan?

Tetapi apakah itu semua benar? Menurut saya sebagian benar sih, contoh saja para "defacer" Indonesia itu lebih suka men"deface" website malaysia dan begitu sebaliknya. Seperti yang dikatakan oleh salah satu founder yogyafree (komunitas keamanan jaringan yang benci masalah blackhat, carder, atau cracker), berpendapat bahwa para defacer Indonesia bodoh, kenapa mendeface web malaysia yang secara tidak langsung kita menguji keamanan web mereka secara gratis? Sehingga para admin web malaysia diuntungkan dengan ditemukan celah di systemnya. Lebih baik menguji keamanan web negeri sendiri dan melaporkan celah tersebut kepada admin webnya, sehingga web Indonesia lebih kuat pertahanannya. Jadi tidak semua para "hacker" Indonesia benci dengan yang namanya malaysia, sebagian dari defacer maupun carder saja yang berkutat masalah anti web malaysia ini.

Bagaimana dengan para blogger bloggernya? yang ini sama saja, sebagian dari kedua belah pihak memang saling berperang dengan cercaan dan pengakuan mereka. Para blogger adalah salah satu pihak yang berpengaruh dalam ramainya dunia internet, dari artikel, cerita, referensi, semua adalah hasil karya blogger. Yang paling parah para netter yang baru mengenal internet dan melihat perseteruan antara blogger INDONESIA dan MALAYSIA, mereka teracuni pikirannya oleh postingan-postingan yang saling menjelekan dua belah pihak. Dan saya sendiri juga pernah membenci yang namanya "MALAYSIA", tetapi setelah bergaul dengan blogger Indonesia dan Malaysia ternyata semuanya tidak benar, hanya sebagian saja yang mempunyai idealitas dengan pendapatnya sendiri sendiri.

Kalau masalah pemerintah kedua belah pihak bagaimana? Kalau bagian ini Saya kurang begitu tahu menahu, entah politik atau apalah, Yang jelas Saya memihak pemerintah Indonesia donk, soalnya Saya orang Indonesia dan karena Nasionalisme masih ada di jiwa ku hahahahahaha.
Begitu sebaliknya para penduduk Malaysia, kebanyakan sependapat dengan pemerintah mereka sendiri..

Sama sama negara yang mayoritas muslim, tetanggaan juga, boleh dibilang batas negaranya cuman selokan wkwkwkwkwk, maksudnya dekat banget, tetapi kok seperti ini ya? Maap kalau postingannya ndak bermutu.

Bangun pagi pagi pikiran jadi jernih, kalau lagi pikiran jernih begini enaknya update entry. Sedikit membahas Indonesia dan Malaysia ndak apa apa ya?

Setelah 3 tahunan lah aktif di dunia cyber, dunia maya, dunia yang semuanya bisa didapat secara free. Dari cuman pengen download video skateboarding, chating, sampai masuk dunia para "underground" dan akhirnya sedikit berblogging ria.


Kembali ke topik, Sekarang yang mau Saya bahas mengenai blogger Indonesia dan Malaysia. Siapa tak mengenal "perseteruan" antara blogger Indonesia dan Malaysia? Siapa yang ndak tahu "peperangan" para "defacer" (saya tidak bilang HACKER lho, nanti ada yang marah....) di dunia cyber ini? dan satu lagi, Siapa yang tidak tahu perseteruan pemerintahan Malaysia dan Indonesia? Bukan rahasia lagi kan?

Tetapi apakah itu semua benar? Menurut saya sebagian benar sih, contoh saja para "defacer" Indonesia itu lebih suka men"deface" website malaysia dan begitu sebaliknya. Seperti yang dikatakan oleh salah satu founder yogyafree (komunitas keamanan jaringan yang benci masalah blackhat, carder, atau cracker), berpendapat bahwa para defacer Indonesia bodoh, kenapa mendeface web malaysia yang secara tidak langsung kita menguji keamanan web mereka secara gratis? Sehingga para admin web malaysia diuntungkan dengan ditemukan celah di systemnya. Lebih baik menguji keamanan web negeri sendiri dan melaporkan celah tersebut kepada admin webnya, sehingga web Indonesia lebih kuat pertahanannya. Jadi tidak semua para "hacker" Indonesia benci dengan yang namanya malaysia, sebagian dari defacer maupun carder saja yang berkutat masalah anti web malaysia ini.

Bagaimana dengan para blogger bloggernya? yang ini sama saja, sebagian dari kedua belah pihak memang saling berperang dengan cercaan dan pengakuan mereka. Para blogger adalah salah satu pihak yang berpengaruh dalam ramainya dunia internet, dari artikel, cerita, referensi, semua adalah hasil karya blogger. Yang paling parah para netter yang baru mengenal internet dan melihat perseteruan antara blogger INDONESIA dan MALAYSIA, mereka teracuni pikirannya oleh postingan-postingan yang saling menjelekan dua belah pihak. Dan saya sendiri juga pernah membenci yang namanya "MALAYSIA", tetapi setelah bergaul dengan blogger Indonesia dan Malaysia ternyata semuanya tidak benar, hanya sebagian saja yang mempunyai idealitas dengan pendapatnya sendiri sendiri.

Kalau masalah pemerintah kedua belah pihak bagaimana? Kalau bagian ini Saya kurang begitu tahu menahu, entah politik atau apalah, Yang jelas Saya memihak pemerintah Indonesia donk, soalnya Saya orang Indonesia dan karena Nasionalisme masih ada di jiwa ku hahahahahaha.
Begitu sebaliknya para penduduk Malaysia, kebanyakan sependapat dengan pemerintah mereka sendiri..

Sama sama negara yang mayoritas muslim, tetanggaan juga, boleh dibilang batas negaranya cuman selokan wkwkwkwkwk, maksudnya dekat banget, tetapi kok seperti ini ya? Maap kalau postingannya ndak bermutu.

Kamis, 23 Juni 2011

Ujian akhirnya selesai juga kemarin, dari 6 mata kuliah yang yakin lulus cuman 2 duank. Tinggal berdo'a saja semoga lulus smua dan nilainya bagus, amin...
Soalnya kalau sampai ndak lulus mesti ngulang lagi tahun depan. Padahal tiap hari belajar, dari malem, pagi, siang, sore, malem lagi tapi kok ndak bisa ya? Payah bener nie. Tiba waktu ujiannya dan baca soal yang ada cuman bingung dan blank nie otak. Kebanyakan makan brutu mungkin, jadi ingatan saya berkurang.

Daftar point sementara nie, payah...
1. Kinematika Mekanisme, alhamdulillah dapet BC, soalnya banyak yang dapat E.
2. Mekanika Fluida, belum keluar nilainya yang jelas kemarin ndak bisa ngerjain.
3. Mekanika Kekuatan Material, kalau yang ini sama aja parahnya.
4. Metalurgy, belum keluar nilainya tapi kemungkinan besar bagus nilainya.
5. Pengendalian Otomatis, belum keluar nilainya mata kuliah paling ndak nalar.
6. Thermodinamika I, Kemarin salah rumus, parah nie.


Setelah ujian, sekarang waktunya liburan, asyik....
Libur telah tiba, libur telah tiba, hore... hore.... hore... hore!!!!
Teringat masa kecil sewaktu Tasya yang masih imut menyanyikan lagu itu, indahnya liburan waktu masih kecil, isinya cuman main, main dan main.. Liburan kali ini agak berbeda dengan liburan 10 tahun yang lalu itu..Tapi yang jadi pertanyaan, liburan sekarang mau ngapain ya? masak mau main, main, dan main seperti yang dahulu kala...hahahaha, atau ganti hal baru? Hibernasi, Jalan-jalan, main kerumah temen, wisata kuliner, keliling Indonesia, keliling dunia? wkwkwkwkwk...

Ujian akhirnya selesai juga kemarin, dari 6 mata kuliah yang yakin lulus cuman 2 duank. Tinggal berdo'a saja semoga lulus smua dan nilainya bagus, amin...
Soalnya kalau sampai ndak lulus mesti ngulang lagi tahun depan. Padahal tiap hari belajar, dari malem, pagi, siang, sore, malem lagi tapi kok ndak bisa ya? Payah bener nie. Tiba waktu ujiannya dan baca soal yang ada cuman bingung dan blank nie otak. Kebanyakan makan brutu mungkin, jadi ingatan saya berkurang.

Daftar point sementara nie, payah...
1. Kinematika Mekanisme, alhamdulillah dapet BC, soalnya banyak yang dapat E.
2. Mekanika Fluida, belum keluar nilainya yang jelas kemarin ndak bisa ngerjain.
3. Mekanika Kekuatan Material, kalau yang ini sama aja parahnya.
4. Metalurgy, belum keluar nilainya tapi kemungkinan besar bagus nilainya.
5. Pengendalian Otomatis, belum keluar nilainya mata kuliah paling ndak nalar.
6. Thermodinamika I, Kemarin salah rumus, parah nie.


Setelah ujian, sekarang waktunya liburan, asyik....
Libur telah tiba, libur telah tiba, hore... hore.... hore... hore!!!!
Teringat masa kecil sewaktu Tasya yang masih imut menyanyikan lagu itu, indahnya liburan waktu masih kecil, isinya cuman main, main dan main.. Liburan kali ini agak berbeda dengan liburan 10 tahun yang lalu itu..Tapi yang jadi pertanyaan, liburan sekarang mau ngapain ya? masak mau main, main, dan main seperti yang dahulu kala...hahahaha, atau ganti hal baru? Hibernasi, Jalan-jalan, main kerumah temen, wisata kuliner, keliling Indonesia, keliling dunia? wkwkwkwkwk...

Rabu, 22 Juni 2011

Waduh, hari rabu nie...
Katanya Kiwi blogger Malaysia, hari rabu waktunya libur ber blogging ria, istilahnya WORDLESS WEDNESDAY. Tapi saya ndak tahu pasti di Indonesia ada gitu gituan atau ndak. Jadi hari ini saya update my entry aja hehehehehe.
Semalam bingung kok navbar blog saya ndak ada ya, Saya baru sadar ternyata di bagian atas header ada yang namanya navbar. Soalnya saya tidak pakai template bawaan blogspot, jadi di costumize pembuat templatenya agar navbarnya hidden biar kelihatan profesional mungkin. Tapi setelah lama jalan jalan (blog walking), baru sadar kalau navbar itu penting, contoh kecil saja buat follow blog lain ataupun link ke dashboard, dsb. 



Trus coba saya search aja kata navbar di Dashboard - Design - Edit Html. Keluar tulisan 

#navbar-iframe{display:none;height:0;visibility:hidden;}

Dari script CSS ntu yang pasti saya ndak tahu artinya, tapi yang jelas navbarnya dihidden (artinya ngumpet). Saya coba-coba saja delete script #navbar-iframe{display:none;height:0;visibility:hidden;}.Dan saya preview saja, eh nongoldeh navbar imut blogger ntu. langsung saya save aja template nya. Selanjutnya tinggal memilih jenis navbarnya di Design - Template designer seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

cara memunculkan navbar di blogspot
Kalau sudah di pilih, tinggal di save saja.
Selesai and Finish bro....

Artikel terkait
1. Cara membuat Read more
2. Mengubah domain di blogspot
3. Status YM di blog.
4. Daftar program scam di internet
5. Catatan lain

Waduh, hari rabu nie...
Katanya Kiwi blogger Malaysia, hari rabu waktunya libur ber blogging ria, istilahnya WORDLESS WEDNESDAY. Tapi saya ndak tahu pasti di Indonesia ada gitu gituan atau ndak. Jadi hari ini saya update my entry aja hehehehehe.
Semalam bingung kok navbar blog saya ndak ada ya, Saya baru sadar ternyata di bagian atas header ada yang namanya navbar. Soalnya saya tidak pakai template bawaan blogspot, jadi di costumize pembuat templatenya agar navbarnya hidden biar kelihatan profesional mungkin. Tapi setelah lama jalan jalan (blog walking), baru sadar kalau navbar itu penting, contoh kecil saja buat follow blog lain ataupun link ke dashboard, dsb. 



Trus coba saya search aja kata navbar di Dashboard - Design - Edit Html. Keluar tulisan 

#navbar-iframe{display:none;height:0;visibility:hidden;}

Dari script CSS ntu yang pasti saya ndak tahu artinya, tapi yang jelas navbarnya dihidden (artinya ngumpet). Saya coba-coba saja delete script #navbar-iframe{display:none;height:0;visibility:hidden;}.Dan saya preview saja, eh nongoldeh navbar imut blogger ntu. langsung saya save aja template nya. Selanjutnya tinggal memilih jenis navbarnya di Design - Template designer seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

cara memunculkan navbar di blogspot
Kalau sudah di pilih, tinggal di save saja.
Selesai and Finish bro....

Artikel terkait
1. Cara membuat Read more
2. Mengubah domain di blogspot
3. Status YM di blog.
4. Daftar program scam di internet
5. Catatan lain